When Indra Lesmana meet again Fariz RM, With Gilang Ramadhan!


Kedua musisi ini, di era 1980-an sama-sama disebut, musisi-muSisi muda jenius. Tentu di wilayah masing-masing. Nah,waktu mereka tau-taunya,main bareng dalam sebuah trio bernama GIF...Oho! Apa ini. Ini apaan?

Itu saya inget ya, saya taunya dari tulisan mas Bens Leo di majalah Gadis kl ga salah wkt itu. Kedua musisi yang saling mengagumi dan saling "mengakui" kehandalan masing-masing itu, bisa se-grup bareng! Kayak apa jadinya? Indra dan Gilang, waktu itu belum lama balik dr US. Mereka lantas bersahabat sangat dekat. Dimana ada Gilang, di situlah ada Indra.
Waktu itu,padahal mereka juga membentuk EXIT Band yg lebih ke "progressive" gitu, dg Odink Nasution, Dewa Budjana dan Yuke Sumeru. Dan akhirnya GIF,main dimana-mana. Tapi tanpa sempat bikin album sama sekali. Ini nih “salah”nya mereka bertiga. Hadeuh!
Waktu itu,kendala utama adalah karena mereka masing-masing berada di label rekaman yg berbeda. Blm dikenal soal courtesy waktu itu. Ok,itu sekilas cerita duluuuu. Indra Lesmana dan Fariz RM saling "membuka-buka album lama GIF". Saling bercerita... Dan ini diaaaa.... Main bareng lagi. Kagak boleh dilewatin dong....

Malam itu, di RW Lounge, apa yang saya dapatkan adalah..."suasana musik" seorang Fariz RM yang saya kenal dekat, yang lamaaaaa bener ga saya dapatin lg. Bagaimana lagu-lagu keren yg sangat mewarnai jaman pada era 1980-an dulu itu,hadir dengan “sekilas” berbentuk enerji lebih baru. Makin keren, modern, melebar. Ini menjadi, bagaimana Indra Lesmana "menangkap dan merasakan" karya-karya Fariz RM! Indra dan Fariz, ditemenin musisi muda Fajar Adi Nugroho bassis. Lalu Dimas Pradipta,drummer. Pada gitar ada, Lian Panggabean. Rejoz TheGroove  pada perkusi.
Musiknya itu padat,berisi, kenyal aaah sintal...Udah kayak "cewek sexy" aje... Dan malam itu, RWLounge nan homy padat betul, semua "diajak" bergoyang. Oh ya, GIF memang akhirnya, melakukan reuni juga. Gilang Ramadhan masuk menggantikan Dimas Pradipta. Membawakan ‘Shall We Go Now’,salah satu anthem dr GIF. Lalu bawain, 'NO Blues Standing' yang sebenarnya No Standing karya Indra yang disebut Fariz, No Blues Standing. Kata Fariz,maksudnya kan No Standing tapi versi blues gitu...

Lalu membawakan juga karya Indra lain, Nostalgia yang "sangat danceable". Apaan sih?! He he he. Tapi asyiklah. Suasananya sangat menyenangkan. Kangen dengan suasana musik dan atmosfir yang seru begitu.... Ada selipan lagu,'Sleeping Beauty' karya Indra yang aslinya instrumental, ditulis tahun 1982. Dan lantas atas saran Fariz, dikasih lirik. Liriknya Fariz yang bikin dalam 2 jam saja, padahal Fariz sebenarnya maunya Mira Lesmana yang bikin lirik lagu itu. 


Dan oh ya,yang rada ngagetin n sangat tambah nyenengin mereka meng-cover 'Fly Into the Night'nya Gino Vanelli dan 'Follow You Follow Me'-Genesis, pake vokal. Siapa? Oho, there’s Marcell in da house! Seruuuu, Marcell lhooow yang nyanyiin, 2 lagu keren-bingits era 80-an.. Dan Fariz,pegang drums! Ahay,Gino Vanelli!! Faiz banget! He he he he....
Yaaaa, zaman taon 80-an doeloe, nama macam Gino Vanelli itu, adalah 2 nama yang bolehlah dibilang nama-nama paling dikagumi kaum musik Indonesia. Teristimewa yang mainin model jazz-jazzan fusion atau jazzrock gitu. Ya tentunya juga rock, well progressive-rock lah yang saat itu masih lebih dikenal sebagai, art rock. . Kedua nama itu, musiknya jadi referensi penting, macam wajib dengar dan nikmatin, bagi banyak musisi di era itu. 

Lalu, siang setelah show kemarin malam,ngobrol dikit via bbm dg Indra. Ini saya suka lakukan, dengan beberapa temen deket musisi, review tapi langsung ke “yang bersangkutan”. Pesen saya satu aja, Bro ini kudu diterusin nih....   He he he.

Comments

Popular posts from this blog

Ngeheknya Elda dan Adi! Nonton mereka pertama kali

DENNY CHASMALA, Semua musik...Sikaaaatt!

DIDIT SAAD: Plastik Adalah Sisi Gelap Saya...