GOD BLESS You!

Jepretan saya dari Konser megahnya GOD BLESS - musikukeren - Panggung Sandiwara - Live in Concert @ Ciputra Artpreneur, kawasan "kota Kasablanka" kemarin malam, 7 Agustus 2015.

Nonton mereka sejak "masa kecilkoe doeloe". Akhir 970-an, lalu juga di 1980-an. Lantas lama ga nonton. Tapi malah mulai mengenal satu demi satu personil mereka.
Dapat kesempatan menonton lagi,di Bandung tahun lalu. Konser "perayaan" 41 tahun karir panjang mereka. Setelah sempat menyaksikan kehebatan rock mereka di kafe, pernah juga di luar Jakarta.
Dan ya sampailah ke konser musikukeren - Panggung Sandiwara itu.
Karena promotor, Donny Rochyadi serta Helmy Yahya, malah kali ini saya sangat dekat dg mereka. "memotret", "mengamati", "mengikuti" proses konser mereka kali ini.

Seperti "mngembalikan" GOD BLESS ke Jakarta lagi, sebagai kota kelahirannya. Lengkap dengan kemegahan dan "kemewahan"nya. Sebuah apresiasi dan respect atas perjalanan demikian panjang mereka, sebagai sebuah supergroup kebanggaan Indonesia.
Dan lantas Iye' atau Achmad Albar pun menyatakan dari atas pangung bahwa ini juga konser ulang tahun ke 42 dari GOD BLESS, yang berdiri "resmi" (disebutkan namanya bg God Bless) pada 5 Mei 1973.



Helmy Yahya melibatkanlah sahabatnya, Donny Rochyadi untuk mewujudkan mimpinya. Mimpi seorang fans fanatik sekian waktu. God Bless dianggap grup rock terdahsyat dengan eksistensi yang nyaris tak pernah berhenti. Senantiasa terus dikagumi dan disukainya abis-abisan. Donny juga "kebetulan" fans berats GB! Klop dong?

Ini adalah konser dimana dasarnya adalah menempatkan GOD BLESS sebagai grup "teramat besar", kebanggaan bangsa. Dan mengemasnya dengan bentuk eksklusif, yang rasanya pantas dan pas untuk grup dengan jam terbang tertinggi di Indonesia kita itu.

Tak heran, dipilihlah theatre eksklusif Ciputra Artpreneur. Memang eksklusif, walau keliatannya lantas menjadi "rada kekecilan dan sesak" untuk sajian tontonan Hard Rock total a la GOD BLESS itu. Duduk nyaman, adem, nyantai. Lumayan mewah, ga heran juga kalau harga tiket...bisalah disebut, "kelas premium"!

Pada akhirnya gedung berkapasitas hanya 1200-an ini, malam kemarin memang dibakar habis oleh "keras n bising"-nya musik yang dimainkan oleh Achmad Albar, Donny Fattah, Ian Antono, Abadi Soesman, Fajar Satritama.
Dimana juga didukung oleh orkestrasi "mini" dipimpin Astrid Lea, dilengkapi 4 backing vocals.
Masih ditambah para bintang tamu, gitaris Eet Sjahranie. Dan 3 penyanyi dengan karakter khas tersendiri berbeda-beda yaitu Husein "Idol" Alatas, Maria Calista dan Candil.


Sempurna dan tidak sempurna. Puas dan tidak begitu puas. Wajar-wajarlah saja, kawans! "Nobody's Perfect" kan kata org Banyumas, eh org bule sonoooo... Yoi gara? (lho? ini kyknya krn keasyikan nikmatin lagu, 'Ogut Suping" niiiih)
Harusnya bisa lebih wah lagi, ada yang bilang begitu. Gedungnya kesempitan, kata orang yang lain lagi.Atau, ah ini yang banyak juga....Harga tiketnya bro, repots punya tuh! Abis Lebaran lagi kan?
Kalau perihal harga tiket, benar dan tak benar. Mahal itu relatif. Kalau grup-grup luar dipanggungin di sini, kenapa bisa diserbu publik? Padahal ya sejuta, dua jutaan juga,bahkan lima jutaan harga tiketnya.  Ada yang sampai 10 juta-an bahkan lebih...!
Yaaaaa karena jarang2 kita bisa liat mereka dong, jawab sebagian kecil orang. Oh ok. Tapi God Bless, dengan kemasan eksklusif dan "lengkap". Jelaslah lengkap, 20 lagu, mek! Kesempatan langka juga lho. Bahkan GOD BLESS sendiri mengakui, jarang-jarang banget dapat kesempatan konser begitu. Belum tentu bisa lagi, atau belum tentu ada lagi di lain waktu.
Belum tentu ya,misal tahun depan kita dapat main di konser kayak yang dibikin Helmy dan Donny itu. Umur kita kan ga muda lagi, usia udah banyak nih.... Begitu ucap Iye', Ian Antono, Donny Fattah dan Abadi Soesman di lain2 kesempatan.

Yang jelas ya, kita harus acungkan jempol melihat kesungguhan dan semangat rocker dengan usia yang "jelas tak muda lagi". Bayangin jack, umur mereka berempat sudah lewat 60-an tahun! Cuma Fajar Satritama, drummer yang masuk paling belakangan, yang relatif muda. (Belum 50 kan ya, Fajar?)
So, melihat semangat demikian tebal mereka itu, kalaupun misal dianggap ah sayang lighting "agak kurang sempurna". Maklumi dan pahamilah. Lalu special effects yang dijanjikan sebelumnya akan mewah dan sekelas band-band papan atas internasional, kenyataannya kok "segitu aja".Itu juga haruslah dipahami dan dimengerti....

Oh ya konsep Nolimits, yang menghadirkan specail-effects itu sebenarnya memang wah. Kalau jadi ya. Tapi at very last minute, misalnya ada 1 spc-fx dengan permainan api sekeliling bibir panggung terpaksa batal. Karena pihak gedung tak bisa mengijinkan, beresiko tinggi. Walau sudah dijelaskan bahwa itu aman dan biasa dipakai di konser2 di luar negeri, khususnya dalam ruangan!
Tak heran, Donny Rochyadi yang juragannya Nolimits sempat pula stress dan pusing, karena konsep special-effects nya yang bakal jadi surprise dahsyat jadi batal. Ada juga spc-fx yang batal karena tak cocok dengan God Bless, alias teman-teman God Bless "menolak". Juga di saat-saat terakhir, ini karena alasan tehnis sih.


Tapi ya akhirnya toh, segala sesuatunya telah terjadi. Dan konser berlangsung relatif lancar. Konser lengkap dan tetap terbilang mewah dong. Ya gedungnya. Ya ada special effects, walau "minimalis" jadinya. Sound optimal yang didukung DSS dengan Donny Hardono Full, khususnya utk backlines dan monitoring, selain menanganinya langsung.. Selain dukungan additional lighting dari Mata Elang.
Semua pendukung kemasan konser tersebut di atas, adalah nama-nama terdepan dan terbesar di bidangnya masing-masing di Indonesia sini.

Puas lah jadinya,pada akhirnya. Tanpa sponsor, toh alhamdulillah bisa tetap jadi terselenggara. Sponsor? Ga mudahlah. Malah memang nyaris mustahil, karena sponsor2 mayoritas tak begitu doyan membidik pangsa pasar "legend" Atau sebut saja, menjaring massa dari kalangan "lebih berumur".
Kenapa, bukankah "berumur" pastinya kan pegang duit? Bagaimana ga berduit, harga tiket kelas premium gitu? Walau last minute juga ada kalangan yang memohon very special discount ++ yang akhirnya dapat didiskusikan dan "dicarikan jalan keluarnya" oleh promotor. Permintaan spesial banget, dengan banyak pertimbangan yang....memang dimaklumi kok..  Itu hny untuk kelas tertentu saja sih.

Ada sedikit ganjalan pada sahabat-sahabat wartawan yang meliput, baik tulis maupun foto. Atas sistim peliputan yang diterapkan pihak pengelola promosi dan koordinasi media peliputan, yang ditunjuk promotor. Harus bisa dipahami dan dimaklumilah. Kadang kan, jam terbang pihak yang menangani hal seperti itu, juga "menentukan".Mungkin saja mereka memang belumlah "matang betul" dalam bersahabat dengan para wartawan. Maka, yah laen waktu, bersahabatlah. Kan ini juga tontonan konser lokal, bandnyapun band kebanggaan bangsa yang "langka"!
Spesifikasi khas itulah, yang mungkin belum dipahami betul oleh pihak yang ditunjuk promotor, untuk menangani media. Langka, rock pula dan..."Real Living Legend". Pasti beda dengan nama-nama lain, yang misal mungkin dr musik lebih pop, pasti umurnya juga jauh lebih muda. Pangsa pasar, so pasti juga beda.



Comments

Popular posts from this blog

Ngeheknya Elda dan Adi! Nonton mereka pertama kali

DENNY CHASMALA, Semua musik...Sikaaaatt!

DIDIT SAAD: Plastik Adalah Sisi Gelap Saya...