Posts

Showing posts from 2018

Selamat Jalan, bang Debby Nasution

Image
Abang Debby, udah ga ada lagi?
Adalah karena event reunianLomba Cipta Lagu Remaja plus (LCLR+), dengan di dalamya ada mendiang Yockie Suryo Prayogo. Lalu juga mbak Tiwi, istri dari Yockie. Kemudian juga ada peran rocker cumlawyer, Kadri Mohamad, yang lantas lebih mendekatkan lagi saya dengan Debby Mukti Nasution. Namanya sudah “nyangkut” di kepala dan hati, sejak lama banget. Mengenalnya juga sudah lumayan lama. Tapi hanyalah sekilas saja, just say hi bang, hallo bang. And, thats it, bro. Artinya kan, memang ga dekat.
Sampailah di serial konser LCLR yang kemudian berlanjut menjadi konser Badai Pasti Berlalu plus, yang membuat saya jadi acapkali mengontak beliau. Dan tentu saja, jadi sering bertemu. Abang satu ini terbilang lebih kalem. Jauh lebih kalem, tapi banyak juga senyumnya, dibanding saudara-saudara kandungnya. Yang notabene sesama musisi juga. Gaury, Keenan dan Oding. Nasution bersaudara itu, lumayan dikenal luas, mentereng istilahnya, di seputaran 1970-an. Nasution bersaudara itu …

Dewa Budjana yang gw kenal, sampai Mahandini

Image
Karena tur konser untuk musik instrumental begini kan udah lama ga ada, begitu katamu setelah jumpa pers kemarin itu. Bener juga ya, timpalku. Terakhir, yang gw tahu sih, waktu Trisum kan, tambahmu lagi. Oh iya, itu udah tahun berapa ya, sambungku. Makanya, jadi ya jalan aja deh, beruntung Lemmon ID mau support nih, ungkapmu lagi. Kalau ga ada Lemmy, susah juga ketemuin pihak yang mau jalanin konsep tur konser kayak gini nih, Budj. Adalah LemmonID yang memang menjadi promotor tur konser tersebut. Nama tersebut awalnya dikenal sebagai salah satu nama baru di bidang persewaan tata cahaya, yang ternyata lantas berkembang menjadi promotor. Termasuk juga mendukung rekaman Mahandini, album terbaru Dewa Budjana, sebagai produser eksekutif. Dan Lemmy Ibrahim adalah “big-boss” dari LemmonID. Yang secara pysically, asli big-boss, karena tubuh “kecil”nya. Lemmy sudah bergaul akrab dan dekat dengan Dewa Budjana sejak era 1980-an. Waktu itu mereka berdua bertemu, dan ngelmu di Forum Musik Jack & …

Jazzgunung dan Kenikmatan Memotretnya

Image
Bagaimanakah menyaksikan jazz, dengan para musisi dan penyanyi pilihan, yang tampil di atas panggung yang terletak di ketinggian sekitar 2000 meter di atas permukaan laut? Dingin pasti, tetapi seperti apakah suasana dinginnya itu? Itulah yang sungguh sangat menggoda hati dan apa ya. Pokoknya menggeltik nurani saya sungguh-sungguh, untuk dapat mengalami pengalaman yang gelagatnya nih, kayaknya bakalan seru. Bakalan apa lagi ya, indah mungkin. Pengalaman yang tak mudah dilupakan begitu saja.... Ceileee! Kemarin dari 27 sampai 29 Juli 2018, masyarakat teristimewa penggemar musik jazz, dapat mengalami pengalaman menonton jazz yang berbeda. Adalah acara festival bertajuk, Jazz Gunung, yang merupakan acara setahun sekali dan telah diadakan sejak tahun 2009. Saat pertama kali diadakan, pada 25 Juli 2009, penonton yang datang baru mencapai angka tak lebih dari 250 orang. Saat itu, Jazz Gunung diadakan hanya sehari, dengan mengambil lokasi di areal Java Banana Lodge, Bromo. Pada 2012, saat penyel…