DONNY SUHENDRA, Tak Lekang Dimakan Jaman


Surely, he’s one of living legendary guitarist. Jazz and blues. Tapi tunggu, kok ya konotasinya kalau “legend” terlalu tua dan sudah tak aktif lagi. Tapi Donny Suhendra berbeda. Ia masih setia “melompat” dari satu panggung ke panggung lain.
Permainan gitarnya, masih terbilang dahsyat. Murid-murid gitarnya, bisa dibilang tak berkurang jumlahnya. Ia memang masih ada! Tepatnya ya ia masih menjadi salah satu gitais terbaik tanah air, yang terus berkiprah. Dan belum mau berhenti. Tegasnya, iapun belum pernah memikirkan selintaspun, akan pensiun kapan sebagai gitaris.
Donny Suhendra, kelahiran Bandung, 9 November 1960. Dari pasangan Adri Kartadinata, ayahnya dan Yosephine isk Sumantri, ibu. Sejak sekitar akhir 1970-an, nama Donny Suhendra dengan sosok khasnya, berambut ikal dan berkacamata, mulai dikenal publik pencinta musik se Bandung. Ia cepet banget dikenal dan langsung disegani.
Terutama setelah ia masuk formasi We Band di tahun 1977. Kemudian masuk G’Brill di tahun 1978. Dari G’Brill, ia kemudian masuk formasi D’Marszyo. Nah kalau dua kelompok terawalnya bermain rock, maka di D’Marszyo, Donny mulai memperlihatkan kemampuannya di jazz-rock.

D’Marszyo, antara lain ia bermain dengan Yuke Sumeru dan Samuel (kibor) sempat membuat album rekaman bersama penyanyi jazz kawakan, Rien Djamain. D’Marszyo berhenti, Donny dan Yuke Sumeru, bassis yang menjadi sahabat dekatnya, meneruskan perjalanan bermusik barengnya dengan BOM (Batalyon of Musicians). Dimana ia dan Yuke bermain dengan Bambang Nugroho (kibor) dan Lambertus (drums).
Kelompok BOM lumayan berkibar, dan menjadi kelompok jazz rock terdepan kota kembang. Nah menjelang 1985, Donny bertemulah dengan Dwiki Dharmawan dan Budhy Haryono. Serta musisi Bandung, yang baru saja menyelesaikan studi dan pengembaraan musiknya di Amerika Serikat, Prasadja BudI Dharma. Mereka membentuk Krakatau.
Sejatinya, nama Donny Suhendra seperti me-nasional, memang karena kedigdayaan kelompok Krakatau. Mereka kampiun di ajang Light Music Contest nasional di tahun 1985 dan Donny bersama Pra dan Budhy mendapat gelar Best Player. Ajang itu adalah ajang kontes band paling bergengsi saat itu. (Lihat Tulisan mengenai sejarah Krakatau di NewsMusik - Red)
Apalagi Krakatau meraih sukses gilang-gemilang setelah menghasilkan album rekaman. Terutama album selftitled mereka, sebagai debut album. Lalu Krakatau 2nd Album dan Kau Datang. Formasi Krakatau di 1986 berubah karena masuknya Indra Lesmana. Sebelumnya, Gilang Ramadhan masuk menggantikan Budhy Haryono. Selanjutnya Trie Utami Soedjono menjadi vokalis.
“Krakatau memang membesarkan saya. Dan persahabatan dengan kelima anggota Krakatau yang lain itu, memberikan begitu banyak pengalaman. Juga menambah wawasan bermusik saya,”ungkap Donny. Ia mengaku, sebenarnya tak begitu mengira Krakatau bisa begitu suksesnya saat itu. “Rasanya, kami semua sama-sama ga menyangka lho. Ternyata musik Krakatau bisa diterima publik,”jelas Donny lagi.
Ketika sedang berjalan dengan Krakatau, satu persatu personil Krakatau mulai mempunyai grup lain. Side-project lah istilah kerennya. Donny pun begitu. Ia bertemu lagi dengan sahabatnya, Yuke Sumeru. Mereka bersekutu lagi dalam sebuah grup, Dimensi namanya.  Dimensi sempat merilis single, ‘Pasti’ di tahun 1989. Lagu tersebut karya Donny/Prass.

Lalu ia ikut hengkang dari Krakatau di awal 1990-an, dan mengikuti Indra dan Gilang yang membentuk Indra Lesmana Java Jazz. Ia juga ikut lagi dengan Indra dan Gilang, dalam formasi Adegan. Dengan Java Jazz, ia mendukung album Sabda Prana, serta sempat melakukan tur ke beberapa kota di Amerika Serikat.
Dengan Adegan, yang musiknya cenderung ke pop rock itu, sempat menghasilkan 3 buah album. Yaitu selftitled album, lalu Selangkah di Depan dan Ozone. Di sela-sela kesibukannya dengan kedua grup tersebut, ia masih sempat mempunyai grup lain, sebuah trio bersama Gilang Ramadhan dan Yance Manusama.
Sekitar akhir 1990-an, terlintas pikiran oleh Donny, kalau bermain blues asyik mungkin ya. Iapun punya ide membentuk sebuah kelompok entertainer-blues band. Ya blues dengan sedikit rock atau bisa juga jazzy. Ceritanya,”Waktu itu mau minta main reguler di sebuah kafe di Mandarin Hotel. Saya dibilang, ada ide band lain ga kang Donny? Jangan jazz,udah terlalu banyak di sini.”
Ya begitulah, maka iapun membentuk Big City Blues antara lain bersama Albert Warnerin, mantan gitaris kelompok rock Bandung, Giant Step. Bassisnya AS.Mates. Penyanyinya waktu itu sempat, Bertha. Nama kelompoknya, Big City Blues. Dari main di kafe tersebut, grup inipun akhirnya jalan terus.
Big City Blues menjadi grup entertainer blues pertama di sini, dan bisa dibilang juga, salah satu figur penting bagi kembali bergairahnya lagi musik blues di sini. “Saya kan suka blues dari dulu juga. Jadi ya kebetulan ada kesempatan, ada teman-teman yang mau main bareng. Kita jalan deh, walau blues saat itu bisa dibilang sudah tak terlalu terdengar ya.”
Tak berapa lama, Donny lantas iajak Gilang Ramadhan untuk mendukung kelompok world music dari Gilang, Nera. Donny bermain dengan Ivan Nestorman (vokal dan gitar akustik), Krisna Prameswara (kibor), Adi Dharmawan (bass).
Pada awal 2000, Donny sempat merilis solo album perdananya, Di Sini Ada Kehidupan. Album tersebut dikeluarkan dalam versi kaset oleh label, Chico & Ira. Sekitar 8 tahun kemudian, album tersebut di repackage dan diedarkan dalam format CD oleh label indiejazzINDONESIA. Dengan ditambah 1 lagu baru, ‘Akulah Aku’.
Di sekitar awal 2000-an pula, Donny sempat membentuk kelompok musik berupa trio gitar, OTD-Blues. Ia berkolaborasi dengan Oele Pattiselanno dan Tohpati Ario, dalam kelompok itu. Belakangan sempat pula menyertakan gitaris cewek, Endah Widiastuti, itu lho yang sekarang dikenal dengan duetnya, Endah&Rhesa.
Sementara itu, Donny juga membentuk kelompok bandnya sendiri. Dari Donny Suhendra Project antara lain pernah dengan Indro Hardjodikoro, Akhsan Syuman, Riza Arshad. Kelompoknya lantas menjadi Trio dengan Demas Narawangsa dan Kristian Dharma.

Saat ini suami dari Titi Rumaya ini, memiliki Donny Suhendra Power Fusion Trio bersama Adi Darmawan dan Muhamad Iqbal. Kelompok ini telah tampil di berbagai festival jazz di Indonesia. Dan ayah dari Eka Pribadi dan Redhy Mahendra ini, beberapa waktu belakangan ini juga tengah merintis pembuatan solo albumnya yang kedua.
Update info terkini sih, KD, begitu biasa dipanggil. Dari, Kang Donny. Grupnya saat ini adalah bersama Krisna Balagita, Adi Darmawan dan drummer, Budhy Haryono. Jadi Donny, ngeband bareng lagi dengan Budhy, sohibnya di Krakatau saat baru terbentuk di pertengahan 1980-an.
Donny, sukses dan sehatlah selalu! /*



Comments

Popular posts from this blog

Ngeheknya Elda dan Adi! Nonton mereka pertama kali

DENNY CHASMALA, Semua musik...Sikaaaatt!

DIDIT SAAD: Plastik Adalah Sisi Gelap Saya...