#BilaGwMotretRockFest







Huge thank utk UNDANGAN spesial (telornya 3, dikaretin, jangan pedes!) dari Emil berikut Daddy's Day Out.
Well dude, what a rockin' journey! Full Day of Rock there...

Dan gw pengen motret. Walau kondisi kamera sejatinya, lagi rada apa ya, kudu ati-ati betul. Mulai ada sedikit masalah (lagi) pada lensanya.
Motret hati-hati. Oho, seruuuu dong? Mana lagi motretin acara Rock. Rock nya format festival. Festival rock terbesar di kawasan sebelah timur Indonesia. Festival berbentuk touring ke beberapa kota.
Menyinggahi Palu, Kendari, Makasar, Gorontalo dan Manado. Festival gede yang lumayan melelahkan juga.

And, gw enjoy pada suasananya. Ga begitu ramai banget, tak terlalu padats betul. Penonton lumayan responsif kok, apalagi kalau kenal duluan lagu-lagu yang dibawain.
Kalau ga kenal, walau musiknya keras bertenaga, sudah total ngerock, penonton bisa duduk-duduk nonton. Teteup bisa teriak-teriak. Tapi duduk lesehan aja. Agak mengejutkan, agak terlalu "sopan" buat penonton rock sebetulnya...

Gw nonton dari hari pertama. Iya ada 2 hari soalnya, Sabtu 14 dan Minggu 15 November. Tapi yang gw motretin hanya di Minggu 15 November.

Dari Zi Factor, Daddy's Day Out (yaelaa. so pasti dang yang itu noh!), Rajasinga, Rosemary and Edane.
Missed OMNI, begitu gw dateng, sampai di backstage Rully Worotikan, Amank Syamsu, Romy Sophiaan, Aryan Bamiftah udah keringetan banget, 2 diantaranya udah buka baju! Show mereka pas kelaarrrr! Ah, berabe! Luput dari jepret-jepratan lensa en kamera gw! Mohon Maklum guys. Tapi kenapa juga sik, OMNI ditaruh rada masih sore gitu???

Suasana festival "kecil maar basar" ini terasa kok rocknya. Walau pada sound misalnya, detilnya aha so so laaaah. Ga maksimal betul.
Lighting? Sekilas bagus. Tetapi maaf, tanpa konsep, so rada susah buat motret. Maksudnya, lighting nya itu bekerja untuk "sekedar" bikin suasana panggung saja, tapi "tak bersahabat" untuk fotografer. Spotting-nya tidak ditujukan buat "memanjakan" para fotografer agaknya.... Ya tak apa. Seru aja sih.

Gedung berbentuk model hanggar gitu. Besar. Atap seng .Panas memang. Pas jadi model "Boiler Room", kalau di festival-festival rock gede luar negeri.
Panggung ada 3. 2 Main stage yang dibangun bersebelahan. Dan 1 mini stage di luar gedung, masih dalam areal festival.
Ada acara-acara pendukung lain. Talkshow misalnya. Dan oh ya, macam-macam musik coba disajikan. Beragam performers sebenarnya.

Overall. Penanganan festivalnya apa ya, gw pilih kata, "bisa dimaklumi" lah.Mungkin..."terlalu besar" tapi SDM kurang? Ya sutralah, terima saja. Plus-minus biasa deh. Di banyak tempat juga begitu sih.
Harusnya di tahun-tahun mendatang, festival touring begini kudu bisa dipertahankan eksistensinya.Evaluasi aja terus. Coba pikirkan, perbandingan SDM, skill dalam organize sebuah festival dengan konsep detilnya, dengan keberadaan sarana pendukung kayak sound dan lighting serta stage. Jgn lupa tenaga sound engineer dan penata lightingnya juga. Biar bisa lebih pas aje.
Biar bisa lebih smooth, lancar, lebih "enteng" dalam penanganannya. 
Termasuk bagaimana menangani lebih asyik, lbh bersahabat, lebih akrab para performers. Fasilitas-fasilitas untuk para performers yang datang dr luar Makasar. Ya akomodasi, ya transportasi, ya para tenaga LO nya.

Kalo ga salah, tahun ini, tahun ketiga penyelenggaraannya. Harus evaluasi terus. Revisi dan revisi segala yang masih kurang. Jadi, pada tiap tahun penyelenggaraannya, kudu bisa lebih baik dan lebih baik lagi saban tahunnya.  Bisa kan? Ya bisa dong....

Gw mau nulis hal lain lagi. Tapi ah nonton ajalah. Biar lebih ngerock gitu lhoooow. Nikmati saja suasananya. Biarpun ada yang kurang di sana-sini. Proses kok.
Yang pasti, para performers semua sudah berusaha tampil semaksimal mungkin, demi memuaskan semua penonton yang datang.


Permisiiii, gw motrat-motret aja. Silahkan tengak-tengok hasil jepretan gw. */






Comments

Popular posts from this blog

Ngeheknya Elda dan Adi! Nonton mereka pertama kali

DENNY CHASMALA, Semua musik...Sikaaaatt!

DIDIT SAAD: Plastik Adalah Sisi Gelap Saya...