Posts

Showing posts from September, 2018

Cokelat dan Coklat, Sama-sama Ngenakkin. Kalau Ngopi?

Image
Senang kalau mendengar, sebuah grup band bisa bertahan lumayan panjang. Lewat dari 10 tahun saja, sudah lumayan banget.Apalafgi mampu melewati umur 20 tahun, tentu saja luar biasa. Luar biasa syusyah lho. Ga gampang untuk bertahan, tetap segrup, tetap jalan bareng. Dan, tetap berproduksi, maksudnya menghasilkan terus karya-karya baru.Jadi sudah seperti hidup berumah tangga sajalah.... Perjuangannya, sekilas sih rada mirip-mirip. Mirip pada romantikanya. Ga sejalan idenya, cekcok. Tetiba yang satu berkeinginan ke arah barat, eh yang lain kepengen ke arah timur, cekcok lagi. Banyak kejadian silang pendapat, cekcoknya kebanyakan, lantas ada yang mutung. Begitu kelihatan sudah sulit untuk terus jalan bareng, bercerai deh yang tak bisa dielakkan. Sedih tentu, tetapi well dudes life goes on. So, jalanlah sing-masing, tak bisa lagi bareng. Tetapi masing-masing punya kehidupan, dengan jalannya sendiri-sendiri. Mungkin itulah kehendak semesta. Hadapilah dengan...sabar dan tawakal. Hidup ini hanya …

Selamat Jalan, bang Debby Nasution

Image
Abang Debby, udah ga ada lagi?
Adalah karena event reunianLomba Cipta Lagu Remaja plus (LCLR+), dengan di dalamya ada mendiang Yockie Suryo Prayogo. Lalu juga mbak Tiwi, istri dari Yockie. Kemudian juga ada peran rocker cumlawyer, Kadri Mohamad, yang lantas lebih mendekatkan lagi saya dengan Debby Mukti Nasution. Namanya sudah “nyangkut” di kepala dan hati, sejak lama banget. Mengenalnya juga sudah lumayan lama. Tapi hanyalah sekilas saja, just say hi bang, hallo bang. And, thats it, bro. Artinya kan, memang ga dekat.
Sampailah di serial konser LCLR yang kemudian berlanjut menjadi konser Badai Pasti Berlalu plus, yang membuat saya jadi acapkali mengontak beliau. Dan tentu saja, jadi sering bertemu. Abang satu ini terbilang lebih kalem. Jauh lebih kalem, tapi banyak juga senyumnya, dibanding saudara-saudara kandungnya. Yang notabene sesama musisi juga. Gaury, Keenan dan Oding. Nasution bersaudara itu, lumayan dikenal luas, mentereng istilahnya, di seputaran 1970-an. Nasution bersaudara itu …

Dewa Budjana yang gw kenal, sampai Mahandini

Image
Karena tur konser untuk musik instrumental begini kan udah lama ga ada, begitu katamu setelah jumpa pers kemarin itu. Bener juga ya, timpalku. Terakhir, yang gw tahu sih, waktu Trisum kan, tambahmu lagi. Oh iya, itu udah tahun berapa ya, sambungku. Makanya, jadi ya jalan aja deh, beruntung Lemmon ID mau support nih, ungkapmu lagi. Kalau ga ada Lemmy, susah juga ketemuin pihak yang mau jalanin konsep tur konser kayak gini nih, Budj. Adalah LemmonID yang memang menjadi promotor tur konser tersebut. Nama tersebut awalnya dikenal sebagai salah satu nama baru di bidang persewaan tata cahaya, yang ternyata lantas berkembang menjadi promotor. Termasuk juga mendukung rekaman Mahandini, album terbaru Dewa Budjana, sebagai produser eksekutif. Dan Lemmy Ibrahim adalah “big-boss” dari LemmonID. Yang secara pysically, asli big-boss, karena tubuh “kecil”nya. Lemmy sudah bergaul akrab dan dekat dengan Dewa Budjana sejak era 1980-an. Waktu itu mereka berdua bertemu, dan ngelmu di Forum Musik Jack & …