Wednesday, August 10, 2016

DUADRUM, Iya Drummernya Dua!

Bagaimana seorang drummer, mengcompose musik, menulis lirik, bahkan memproduseri albumnya sendiri? Begitu yang ditulis dalam press release mereka. 
Hayo bagaimana? Hayo, yang tahu, mohon angkat dua kakinya. Jatoooh doooong? Kan dua tangannya gelayutan di tiang besi? Ga bisa jatuh kan? Kecuali kalau kelamaan ngegantung, bisa ga kuat. Pegangan lepas, nyusruklah. Sakit dong pastinya.
Iya bagaimana? Lalu jawabnya, biarlah Riyandi Andaputra dan Muhammad Iqbal. Dua-duanya drummer muda. Yandi Andaputra, lahir di Jakarta pada 13 Juli 1996. Iqbal, lahir di Tenggarong, 21 Maret 1992.
Pada sekitar 6-7 tahun terakhir lah, kira-kira ya, tetiba bermunculan drummer-drummer muda potensial. Nah  Yandi dan Iqbal adalah di antara nama muda yang bermunculan itu. Sebut lainnya, sedikit saja ya, ada Exel Mangare, Demas Narawangsa, sampai drummer perempuan, Alsa. Sebelumnya juga ada Echa Soemantri. Dan lain-lainnya. Karena terus saja bermunculan. Mana jago-jago lagi.
Dimas Pradipta, Jessilardus Mates sampai ada Grady Boanerges. Sedikit lebih tuaan ada Sandy Winarta. Tambahinlah beberapa nama lain tuh. Menarik juga, mereka kok ya bisa nongolnya rada barengan.Surplus drummer dong? Bisa ya, bisa tidak. Tapi memang, kalau mau dibilang banyak sih iya. Cuma, tetap ya, yang beredar namanya, ya yang bisa gaul luas.

Iya dong, kalau ga gaul, gimana mau diajak main sih? Dikenal juga ga kok. Hanya tersebar gosip gitu ya, ada si “Anu” masih muda banget, mainnya ok. Eh si “Badu” juga ok lho. Kalau hanya kabar-kabur selentingan, susah dong. Kudu ada pembuktian.
Dengan pembuktian, akan ketahuan kemampuannya gimana. Iya kan? Dengan tidak berusaha beredar atau bergaul luas, ya pede aja sih, tentunya sulit orang-orang mengetahuinya. Iqbal dan Yandi, terbilang gaul.
Gaul banget. Yandimulai dari mana ya? Indro Hardjodikoro, salah satu yang “menemukan” bakatnya tuh. Iqbal “ditemukan” dan “dibentuk” oleh eh bassis juga, Bintang Indrianto. Dari situ, mereka berkelana, muncul dimana-mana. Diajak main di sana dan di sini, mereka selalu bilang siap.
Baik hati, peramah dan tidak sombong, itu salah satu kunci kesuksesan. Biar kata ya, ada bejibun drummer-drummer muda yang bermunculan, level skill-nya nyaris sepadan, kemudian memang ditentukan soal pribadinya saja. Kepribadiannyalah yang nanti menentukan. Setuju?
Iqbal dan Yandi, ini lantas bersahabat karib. Asyik juga melihatnya, kalau Yandi ga bisa biasanya Iqbal yang gantiin. Begitu pula sebaliknya. Jadinya, banyak grup band, ataupun proyek musik solo dari musisi. Termasuk band pengiring penyanyi-penyanyi papan atas, drummernya ya pilihan antara keduanya itu.
Akhirnya, mereka yang makin akrab dan dekat itu, muncul ide yang saling menyambut. Bikin album saja. Solo album? Bukan begitu, ya berdualah yang rekaman. Bikin proyek rekaman, dan juga show, dengan mengetengahkan keduanya. Belum pernah ada kan? Paling ga di sini deh ya. Kalau sekedar menyelip, jadi atraksi tambahan di sebuah show atau konser sih sering.

Mereka sepakat membentuk kelompok musik baru. Konsepnya segar, unik dan berbeda. Ya, featuring on two drummers. Namanya, ya sudahlah, simple saja, DUADRUM. Ide ngeband bareng ini kabarnya muncul sejak dua tahun lalu. Ngobrol-ngebrel, becanda-becindi sekian waktu. Masuk studio, melontarkan ide, disambut, jadi lagu. Satu, dua dan terus.
Sampailah di 20 Juli kemarin, mereka bisa merilis debut album mereka. Mengambil title, Bergerak. Semuanya adalah komposisi mereka berdua. Kesampaian juga harapan mereka, bisa bikin lagu, ada lirik dan dinyanyiin orang. Lantas, lagu itu bisa menghibur banyak orang. Sekali lagi,mereka drummer soalnya.
Bayangin gini deh ya, drummer itu, biasanya pada blocking panggung, pasti ada di sisi paling dalam. Udah relatif jauh, perabotan mereka juga, bisa menutup muka mereka. Penonton ga bisa lihat. Ya ga sih? Tapi anehnya nih, drummer itu kok ga perlu kalah dalam meraih simpati...fans-fans cewek? Hehehehe....
Malah banyak cewek itu, bisa tergila-gila sama drummer! Jauh, ga keliatan. Tapi mungkin oho pukulan drumsnya itu terdengar jelas. Bisa jadi lho. Soalnya gini, drummer itu penting, sosok yang permainannya bisa bikin enak lagu. Beat dari drummer, bisa menentukan penampilan sebuah grup band itu asyik untuk ditonton dan disimak ga?

Tak sebatas soal power dalam hal pukul-memukul snare, tomtom, hihat sampai cymbals. Tapi bagaimana suara drums itu menjadi rhythm yang akan menegaskan sebuah lagu. Lagu riang misalnya, bisa sedap untuk jogat-joget, untuk loncat-loncatan, kan ya karena drummer. Lagu rock yang gahar, keras, bakalan jelas dan tegas ya karena dentuman pukulan drummer....
Dalam album perdana yang unik itu, DUADRUM didukung bintang tamu. Ini teman-teman baik musisi juga. Endah N Rhesa, Che Cupumanik dan, memperkenalkan bintang baru, Maryo Henc. Isi album itu ada 9 tracks. Dan single mereka, ‘Bergerak’ dibuatkan klip yang memakai konsep tak kalah unik.
Ya kudu mengimbangi dong. Menurut mereka, klip itu memakai tehnik tehnologi 3D Video mapping, yang membuat klip tersebut jadi eye catching. Video bisa ditonton di youtube, pada channel DUADRUM. Lagu tersebut dibawakan oleh Maryo Henc. Visualisasi yang ditampilkan dinamis, disesuaikan dengan judul, Bergerak.
Musik mereka, dasarnya adalh funk rock. Tapi tentu saja dikembangkan kemana-mana. Sehingga bunyian dari 9 karya mereka nampak ada kesan variatif. Musik itu nampaknya pas dan cocok dengan enerji keduanya. Sesuai betl dengan apa yang mereka ingin sampaikan ke khalayak.
Mereka berdua berkeinginan lagu-lagu dan penampilan mereka, bisa menghibur masyarakat luas. Siapapun dan dimanapun. Bukan sekedar mejadi inspirasi baru bagi drummer-drummer muda saja. Tapi dapat memotivasi generasi muda. Untuk semangat  berkarya, berusaha, positif dalam hidup. Hidup ini menyenangkan, penuh dengan keindahan, maka...bergeraklah! Ya kira-kira sih gitu. Ya ga, Iqbal dan Yandi?
Mumpung masih muda, keluarkan ide dan gagasan-gagasan spesial. Jangan takut gagal. Mereka berdua itu sudah membuktikannya. Baik sebagai pribadi, dan kini mulai melangkahkan kaki bersama-sama.
Oh ya, mereka juga didukung musisi lain. Apalagi untuk penampilan di atas panggung. Nah on stage, mereka memang akan langsung menarik perhatian. Spotting adalah dua set drums, yang dipasang berhadapan. Tapi lihat, mereka hanya menggunakan satu bass-drum di tengah-tengah. Bass drums itu, dipilih ukuran 22’, mereka mainkan dari sisinya masing-masing, jadi ya sebagai batas dari dua set drums yang mereka pakai.
Set drums keduanya sedikit berbeda. Peralatan Iqbal, ditambah percussion-tools. Macam cowbell, tambourine dan cymbals effects. Dengan 2 snare, 10’ dan 14’. Sementara Yandi memakai snare, hihat, floor tom, tomtom dan cymbals.
Dalam rekaman, mereka didukung eman-teman musisi lain seperti Vian dan Shadu Rasjidi untuk bass. Agung Munthe (keyboard dan synthe-bass), Yankajy Nugraha dan Ticco Laksana (gitaris). Serta brass didukung Jordy Waelauruw dan Tommy Pratomo.
Kalau untuk show di panggung, konsepnya tetap band. Mereka mengajak Yankjay sebagai gitarisnya, Vian sebagai bassis, Agung Munthe dan Marthin Siahaan sebagai kibordis. Dan didukung Maryo Henc, vokalisnya. Ini yang menarik, buat saya ya, bahwa mereka tetap nge-band. Atraksi dua-drummer sebagai sentral permainan mereka, tidak lantas berdiri sendiri. Bukan atraksi dua drummer main bareng begitu saja. Mereka bawakan lagu jadinya.
Belum pernah sih yang begituan kayaknya. Iya kan, seinget saya belum ada. Kalau atraksi-atraksi dua drummer, saling beradu, solo, dengan set drumsnya masing-masing, yang begituan sudah sering. Ngeband, dengan drums, dengan set masing-masing, terpisah, ya biasa. Kata kerennya, ah itu mah terlalu mainstream.... Ceileeee!

Ini beda. Ah, kreatif juga dua anak muda ini. Hahahaha. Kerenlah. Terobosan baru tuh. Kece dah! Jadi, begitu liat penataan panggung mereka saja, blocking atau spottingnya kan, ya sudah pasti segera mengundang curious orang. Apa-apaan nih, ada satu drums set eh dua, tapi digabungin gitu kok? Maksudnya apa sih?
Yang jelas sih, mereka jadinya lebih terlihat jelas oleh penonton kan? Penonton juga bisa menikmati pukulan-pukulan kedua tangan mereka di atas peralatan drumsnya, serta injakan kaki-kaki mereka di pedal bass drum nya.  Kelihatan langsung gitu.
Mereka sudah sukses juga lho, mengguncang publik penggemar musik negeri jiran. Mereka itu menggoyang betul acara festival jazz di Kuala Lumpur, Youth Jazz Festival, pada beberapa bulan silam.
Baik Yandi maupun Iqbal mengatakan, ini adalah proyek kolaborasi mereka berdua yang serius. Pengennya bisa berlangsung lama, terus, jangan mejadi proyek yang “iseng-iseng berhadiah”. Mereka sih ga mau begitu.

Baguslah, ya ga? Jangan jadi satu album, lalu “bubar” begitu saja. DUADRUM, memiliki potensi untuk menyalurkan enerji baru dan berbeda, bagi para penonton  dan penggemar musik tanah air. Keunikan mereka, harusnya bisa ditonton lebih banyak lagi orang.
Mereka berkeinginan memang untuk lebih sering lagi bisa tampil bersama. Mereka menunggu kesempatan untuk bisa memeriahkan acara-acara musik dimanapun, mau acara jazz atau acara musik lainnya. Kita lagi semangat banget nih oom, begitu kata Iqbal. Aku dan Iqbal, lagi gatel-gatel banget nih untuk bisa sering main bareng.
Ok deh, oom sudahi dulu tulisan ini ya. Pesan oom sih, good luck! Terus positif, terus semangat! Salam hormat oom untuk orang tua kalian masing-masing... Aslik, nulis saya sebagai “oom”, aaah gimana gitcuuu. /*







No comments: