North Sumatra Jazz Festival 2016, Yang Jangan Dilewatkan!

Yang perlu diketahui, sedari kali pertama North Sumatra Jazz Festival digulirkan ke publik, pada  2011, ide dasar memang sajian jazz berformat festival. Tapi dengan bentuk yang spesifik, khas dan unik. Harus berbeda dibandingkan, festival jazz sejenis lain di berbagai kota, yang tengah menjamur pada kurun waktu 5-6 tahun terakhir ini. Walau kenyataannya, sebagian dari antara yang ada, tak bertahan lama.
Maka NSJF memang berjuang untuk mempertahankan identitasnya tersebut, sebagai sebuah festival jazz tahunan. Yang semoga menjadi event kebanggaan kota Medan dan Sumatera Utara. Hal itu sudah disadari sepenuhnya oleh Erucakra Mahameru, yang melontarkan ide atau gagasan akan NSJF ini.  Yang mana, Erucakra dan Waspada eMusic, lantas bekerjasama dengan saya, tentunya degan bendera saya,  indiejazzINDONESIA untuk menyelenggarakan NSJF ini.
Selain tentunya, berjuang keras, terus mempertahankan eksistensinya. Terjaga akan keberlangsungannya, pada setiap tahunnya. Well, perjuangan yang perlu totalitas, berdasarkan akan komitmen sesungguhnya. Itu kesepakatan antara Erucakra, dengan didampingi sang istri tercinta, Arsyadona Mahameru. bersama saya yang didukung sahabat baik saya, Indrawan Ibonk.
Jadi begitulah ceritanya. Mulai melangkah dari 2011. Kami berempat mengupayakan terselenggaranya sebuah festival jazz di Medan. Sinergi berempat, dengan Erucakra dan Arsyadona memakai bendera, Waspada eMusic dipayungi Harian Umum Waspada. Saya dan Ibonk, dengan bendera indiejazzINDONESIA.
 Ok cerita sedikit saja. Bahwa di kesempatan 2011 itu, NSJF menampilkan event festival dua hari. Dengan menampilkan antara lain, Akordeon feat. Bintang Indrianto-Ady Prasodjo-Sruti Respati-Denny Chasmala, dan kawan-kawan. LIGRO, Emerald BEX, KSP feat. Idang Rasjidi dan Yovie Widianto Fusion.
Dengan sebelumnya, diselenggarakan pre event nya yang menampilkan Aria Baron & Violet Jessica, Duo Agam Hamzah – Donny Suhendra serta penampilan dari Rocker Kasarung. Event digelar pada 1 & 2 Juli 2011 di Convention Hall, Hotel Danau Toba International – MEDAN.
Kemudian WeM dan indiejazzINDONESIA melanjutkan NSJF sebagai agenda tetap setahun sekali. Pada tahun-tahun berikutnya dihadirkan headliners seperti Bertha, I Wayan Balawan, Iwanouz, Rezza Artamevia, Sherly’O, Dion Idol bersama Aditya Bayu, Iwang Noorsaid, Bintang Indriato Trio++, Fusion Stuff, Drum N Wind - Jonathan Jones & Jamal Mohamed, Steve Thornton, Espen Ericksen Trio, Rieka Roslan, Phil Yoon Trio, Razak Rahman, Vickay, The KadriJimmo feat. Keenan Nasution, Teza Sumendra. Dan pada setiap tahun NSJF, Erucakra Mahameru sebagai tuan rumah, juga menjadi performer tetap, bersama grupnya, C-Man.

Dan waktu berjalan, eeeh masuk di tahun 2016 ini, NSJF pun siap  kembali digelar. Menurut rencana akan diadakan pada hari Rabu, 4 Mei. Mengambil tempat di ballroom Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Medan. Dimuali sekitar 19.00 wib. So akan ada keunikan apa lagi, yang dapat dijumpai penonton, di tahun ini?
Sebuah kebanggaan tak terkira rasanya, ketika superfusionband Krakatau, akan menyinggahi kota Medan. Mereka akan memeriahkan NSJF 2016 nanti. Tentu akan menjadi kesempatan berharga, bagi penggemar musik di kota Medan, untuk menikmati penampilan grup musik jazz-fusion terbaik tanah air, Krakatau.
Grup tersebut, tercatat sebagai grup musik jazz tersukses pada era 1980-an. Mereka mencatat rekor penjualan album-albumnya. Yang dari album-album sukses itu, lantas memunculkan  banyak lagu-lagu yang begitu populer, dan digemari banyak orang.
Lagu-lagu mereka seperti, ‘Gemilang’, ‘Kau Datang’, ‘Imaji’, ‘Dirimu Kasih’, ‘Cita Pasti’, ‘La Samba Primadona’, ‘Sayap Sayap Beku’, ‘Haiti’ dan ‘Kembali Satu’, menjadi lagu-lagu yang menemani begitu banyak orang. Dalam melalui “masa muda” dulu, periode seputaran 1985-1990an.
Krakatau akan tampil lengkap, dengan formasi solid mereka dari akhir tahun 1986, yaitu formasi album-album mereka, Donny Suhendra (gitar), Prasadja Budi Dharma (bass), Indra Lesmana (kibor), Trie Utami (vokal utama), Gilang Ramadhan (drums) dan Dwiki Dharmawan (kibor).
Formasi itu, yang lantas saya pilih menyebutnya sebagai, superfusionband. Soalnya, emang gimana ya, “super sekaleee”. Fusion Band, ya so pastilah. Agak-agak repot gimana sebetulnya ya, saya kenal dan dekat dengan mereka sejak pertama kali mereka dibentuk sih. Sekian waktu sempat jadi lebih dekat, lantaran karena duet manajer merka, alm. Nunus Oetomo dan alm. Iwan Pratiwi Setyawan.
Mereka, dalam formasi solid tersebut di atas, sempat vakum lumayan panjang, dan baru bersepakat berkumpul lagi di jelang tahun 2014. Akhirnya merekapun tampil lagi bersama sejak dua tahun silam, dengan antara lain telah tampil di beberapa kota antara lain Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Bali.
Maka catatlah, bahwa Medan bakal menjadi kota pertama di luar Jawa, yang akan mereka singgahi. Dalam perjalanan kembali mereka berenam, dalam formasi “Reunion” yang spesial itu. Sangat spesial, karena Krakatau bisa dibilang telah menjadi reunian grup musik yang paling ditunggu-tunggu penikmat musik tanah air!
So publik Medan, saya sangat menyarankan bersiaplah dan bersukacitalah...!
 Selain Krakatau, NSJF 2016 juga akan dimeriahkan oleh Phil Yoon dengan grup jazznya dari Korea Selatan. Seperti diketahui, Phil Yoon telah tampil di NSJF tahun silam. Di tahun ini ia berkeinginan dengan antusias untuk dapat tampil lagi. Namun dengan formasi berbeda, terutama ia menyertakan vokalis perempuan cantik nanti.
Phil Yoon, drummer lulusan Berklee College of Music di Boston itu, kembali akan didukung oleh Jonghwon Lee (saxophone), Jinho Heo (bass), Myoungguh Lee (piano). Dan khusus tahun ini,  ditambah dengan Ahhye Cho (vokalis).
Jazz dari Korea, dengan “rasa Amerika” nan sedap. Ada suasana jazz yang tak begitu biasa ditemui sebenarnya. Apalagi, para jazzer asal Krea Selatan itu menyuguhkan jazz yang lebih pada bentuk “tradisional jazz”. Apa yang lebih disebut sebagai cool jazz, bebop, hardbop. Menambah corak unik tentunya, pada menu NSJF tahun ini.
Sajian apa yang bisa disebut saja sebagai...K-Jazz. Menyusulkan akan fenomena K-Pop, yang telah mendunia, sejak beberapa tahun silam itu. Phil Yoon, drummer elegan yang juga chairman dari Yongin Global Jazz Festival serta CEO dari Global Green International Jazz and Culture Exchange Centre, tentunya akan berpotensi menambah unsur kesukacitaan bagi para penonton NSJF tahun ini.

Dan tentu saja, NSJF akan menampilkan pula penampilan grup fusion kebanggaan Medan, C-Man. Tetap dipimpin langsung oleh Erucakra Mahameru (gitaris dan vokal), dengan kali ini didukung oleh Heri Syahputra (keyboard), Rusfian Karim (drums), Brian Harefa (saxophone) dan Radhian Suhada (electric bass). Tampil untuk pertamakali, Omar sebagai vokalis.
Penampilan kontinyu dalam NSJF, sejak NSJF edisi pertama di tahun 2011, tentunya membuat kelompok C-Man menjadi makin solid. Yang pasti, mereka akan ikut memberikan pengalaman lebih sempurna, dalam menikmati jazz sepenuhnya, kepada seluruh penonton. Dengan corak khas tersendiri, yang berbeda tentunya dengan suguhan jazz performers lainnya.
Erucakra dan teman-temannya, dengan kontinuitas terjaga, menjadi performers tetap kebanggaan tuan rumah pada tiap tahunnya. Tentulah akan menarik, mengamati dan menikmati, segenap upaya mereka untuk meneruskan kreatifitas bermusiknya. Mengolah sajian jazz dalam kemasan yang sebut saja, neo progressive fusion nan modern, lalu menghidangkan ke penonton dengan semaksimal mungkin. Apresiatif, sekaligus menghibur, tentunya.

Oh ya, ini penting bener nih. Catat ya, konsep konser jazz dalam ajang tahunan NSJF 2016 nanti akan dibuka oleh penampilan dari musisi legendaris internasional, Jeff Lorber. Lorber adalah kibordis, yang dicatat sebagai salah satu tokoh penting musik jazz-fusion dunia di era 1980-an. Selama ini Jeff Lorber terus aktif menjadi langganan headliner-performer pada ajang Java Jazz Festival.
Well gini ceritanya ya. Nama Jeff Lorber disebutkan paling belakangan. Adalah Arsyadona yang via telephone mengabarkan, bahwa Dwiki Dharmawan menyodorkan Jeff Lorber, bisa masuk menjadi pengisi NSJF 2016. Saya mah setuju saja. Seru juga pastinya!
Walau pastinya, mungkin nama besar seorang Jeff Lorber, lebih dikenal akrab para musisi, atau jazz fans fanatik saja. Maksudnya ini, untuk publik kebanyakan ya. Masyarakat Medan, penggemar musiknya sekalipun, rasanya sebagian besar pasti tak terlalu familiar dengan nama Jeff Lorber.
Tapi kehadiran Jee Lorber tetaplah penting. At least, menegaskan akan perbedaan NSJF sebagai festival jazz dengan karakter khasnya. Beda dengan festival lain di Nusantara. Apa ya, tetap kami upayakan corak jazznya harus mendominasi... Kan namanya juga jazz festival?
Lihat ini deh, Lorber, telah menghasilkan tak kurang dari 9 album dengan Jeff Lorber Fusion-nya. Dimulai dengan selftitled album, The Jeff Lorber Fusion, yang dirilis tahun 1977. Selain itu, ia menghasilkan 14 solo album. Dan solo albumnya dimulai dengan, It’s a Fact, yang dirilis oleh Arista Record di tahun 1982.
Secara khusus Lorber akan melakukan kolaborasi dengan para musisi muda bertalenta Indonesia, khusus untuk penonton NSJF 2016. Akan menemani Jeff Lorber nanti, Barry Likumahuwa, bassis muda paling menonjol saat ini.
Selain itu juga ada nama lain, musisi muda yang halak-hita, Ricad Hutapea (saxophone), Akan merupakan penampilan “resmi” Ricad Hutapea pertama di tanah leluhurnya, yang bakalan menarik tentunya  Masih ada juga, drummer muda Echa Sumantri, yang merupakan salah satu drummer muda teraktif saat ini, yang juga telah bermain dengan nyaris seluruh musisi jazz terbaik tanah air.   
Well, so bayangin sajalah. Tiga orang musisi muda yang terbilang terbaik Indonesia, bersekutu dengan musisi yang telah menjadi ikon fusion movement dunia. Dan oho, kolaborasi fusion yang ramai dan seru itu, bakal tambah meriah dengan ikut tampilnya Dwiki Dharmawan dan Erucakra Mahameru! Bakal menjadi session eksotis, yang sangat menggairahkan, dan bakal menyempurnakan tontonan jazz sepenuhnya yang tiada duanya selama ini di Medan.



Maka rasanya, penawaran untuk menikmati jazz yang bagus dengan variasi musik beragam, tak bisa dilewatkan begitu saja. Bisa menjadi pengalaman paling berharga pada hidup para penonton nantinya. Sebuah sajian festival jazz yang tetap unik dan selalu sangat perlu disaksikan. Itu sisi puentiiing dan vitalnya NSJF ini, menurut saya.
So, tunggu apa lagi? Silahkan segera beli tiketnya dan persiapkan diri anda sepenuhnya untuk menikmati hidangan jazz terbaik, yang tak akan mudah dilupakan! Saya jamin lhooow, percaya deh  Sampai jumpa nanti pada NSJF 2016.  Let’s be Ready to have very good time of Jazz, Folks! / *

Official-Website and for further information  : www.northsumatrajazzfestival.com




Comments

Popular posts from this blog

Ngeheknya Elda dan Adi! Nonton mereka pertama kali

DENNY CHASMALA, Semua musik...Sikaaaatt!

DIDIT SAAD: Plastik Adalah Sisi Gelap Saya...