Tesla Manaf, Pahitkah, Mengunyah Antibiotik Tanpa Minum?


Ada apa dengan patah hati? Tapi sebelumnya, dengarlah celotehnya, suatu ketika di beranda depan NewsMusik. Ia sengaja mampir, memakai travel,niatnya sowan untuk berbagi cerita. NM lalu memanfaatkannya untuk diajak ngobrol dan, foto-foto. Foto? Jangan yang aneh-aneh ah, ucapnya sambil cengengesan.
Ga mungkin aneh-aneh lah, mana mungkin NM memotretnya telanjang, misalnya. Iapun tertawa lebar, nyaris tak bisa berhenti. Lalu NM iseng menanyakan, mana pacarmu? Ia tersenyum, udah ga ada dan sampai hari ini belum ada lagi. Kenapa? Patah hati dong?
Ia malah ngomongin album berikutnya. Bagaimana ia lantas bisa berkomunikasi dengan seorang Leonardo Pavkovic. Juragan musik independen dengan label independennya, Moonjune. Nama Leonardo belakangan makin dikenal luas di sini, setelah ia mengambil dan mengedarkan secara internasional album-album Discus, simakDialog, Dewa Budjana lalu Tohpati
Ceritanya, lewat teman baiknya, dari kelompok I Know You Well Miss Clara, iapun dapat tersambungkan dengan Leonardo yang berdomisili di New York. Kelompok I Know You Well Miss Clara asal Yogyakarta itu, juga telah “direkrut” oleh Moonjune. Yang album mereka, Chapter One, telah diedarkan ke seluruh dunia.
Reza Ryan, gitarisnyalah yang memperkenalkannya dengan Leonardo. Selanjutnya, mereka intens berkomunikasi via email, juga bertemu ketika Leonardo mampir di Jakarta. Nah, Leo tertarik dengan isi content karya-karya lagunya di situs soundcloudcom.
“Saya banyak menyimpan lagu-lagu iseng saya yang apa ya aneh-aneh, eksplorasi saya terhadap bunyi. Mungkin absurd banget, banyak tak berirama dengan biasa gitu. Ya seenak-enaknya saya pengen mencoba untuk berkreasi saja. Karya-karya begitu sebagian saya iseng saja upload. Lho, Leonardo suka!” Ia berkisah panjang.
Dari situlah, Leo meminta karya-karya lagunya yang lain. Ia lantas menangkap bahwa Leo menyukai warna lebih ke arah progressive.
“Tapi saya tetap menyodorkan karya-karya yang saya lebih pengen mainin saja ya, ga terlalu terpatok harus progressive, harus rock, harus jazz atau blues,” ucapnya. Maka ia memutuskan mencoba melakukan konsep musik berbeda dibanding dengan apa yang telah dilakukannya bersama kelompok Mahagotra Ganesha.
“Iya, saya berpikir bermain dalam format band. Combo atau kwartet. Tidak lagi bermain seperti album saya It’s All Yours. Kalau di album tersebut, yang adalah album keempat saya yang saya rilis ulang lagi, kan saya pengen berkolaborasi dengan gamelan. Jadinya ya begitu,” terangnya lagi dengan lancar.

Itulah cuplikan tulisan saya tentangnya. Gitaris muda nan ramah. Senang ngobrol. Diskusi musik, dia jabanin dengan sukacita. Tulisan di atas, saya muat di situs musik yang dulu pernah saya ada di dalamnya. Dinaikkinnya sekitar 3 tahun lalu...

Oh ya namanya teh, Tesla Manaf. Ayahnya, Aditya Effendi. Dan ibunya, Tuti Effendi. Urang Bandung? Paling ga sih, domisilinya sekarang ya di Bandung. Tapi aura bermusik khas Bandung sudah mulai terasa pada dirinya. Apa ya, ada suasana pemberontakan pada musiknya, sebuah kreatifitas yang “berusaha” ada perbedaan dengan yang ada, yang sudah dikenal selama ini.
Proses kreatifitasnya juga panjang dan penuh lika-liku. Tetapi diyakini, saya juga yakin sih, bahwa akan membentuk musik yang lantas kelak menjadi identitas dirinya. Proses itu, setahap demi setahap. Saya merasa, Tesla atawa Echa, begitu biasa ia dipanggil, masih bergulat dengan proses demi proses itu. Tak mengapa, lha umur juga relatif muda. Apa yang dikawatirkan? Wolessss laaaah....
Ada berbagai perubahan wujud musiknya. Sangat manusiawi. Itulah proses. Tetapi, yang bagusnya, Tesla itu terlihat punya tujuan ke satu titik yang “pasti”. Eksplorasinya intens, dengan kemampuan lain, bergaul ke banyak sekali musisi. Pasti ujungnya nanti positif, ya insha Allah ya. Sejauh, ia tak keburu merasa lelah dalam mengeksplorasi. Jangan cepat jenuh, dalam berkreasi. Serta juga, jangan lekas puas diri aja...
Kalau melihat pergerakan en aktifitasnya selama ini sih, saya rasa boleh berharap banyak pada kreatifitasnya. Ia punya potensi kok, untuk menjadi gitaris muda yang punya identitas, dan akan lebih berbicara, di masa mendatang. Ia tumbuh menjadi seorang gitaris, yang musiknya tak biasa, tetapi ia akan terbiasa membunyikannya ke depan khalayak.
Saya mencoba ngobrol dengannya, terakhir ini di Solo. Di sela-sela acara Solo City Jazz, pada akhir September kemarin ini. Dimana ia tampil dengan format duo bersama Rodrigo Parejo, flutist dari Spanyol. Di dukung penari otodidak, yang juga model, asal Solo juga. Dhea Fandari, namanya. Penampilan duo musisi, plus penari itu, cukup menghenyakkan penonton. Membingungkan? Sekilas sih begitu...
Tetapi eits, itu juga bagian dari proses lho. Bagaimana tak hanya berhenti, membunyikan musik dengan intens, terus menerus. Berpijak pada pilihan warnanya sendiri. Tetapi bagaimana, mengajak penonton, ikhlas dan pasrah tingkat tinggi, mengenali musiknya. Masuk, meresapi, menikmatinya dan....membiarkan diri untuk dibawa kemana-mana.... Di manapun ia tampil lho. Ia akan mempunyai kemampuan menaklukkan penonton untuk itu.... Amin, saudara-saudara?
Bahwa begitulah adanya, sejatinya ketika musisi berkreasi. Melakukan pelbagai eksprementasi dalam usiknya, ke depannya, ia akan mengolah rasa untuk bagaimana menyajikannya ke penontonnya.Ya ke depan, kalau ke belakang kan, ada tembok. Mentok nanti. Yoih dong, ke depan. Tahap selanjutnya, yang pasti akan menuju ke sana kan?
Ke belakang, ada tembok apa selokan? Makanya, ke depanlah. Itu ada keasyikkan tersendirilah, untuk bisa mengolah sajian musiknya, sehingga akan mengundang reaksi positif penonton. Penonton dimanapun ia tampil. Itu namanya kepuasan tingkat paripurna. Sampai di sini, paham ya?
Tetapi, saya malah ngomong kemana-mana gini. Kembali menemui Tesla saja ah. Kasihan, dia sudah menunggu di ruang tamu. Belum disuguhi teh atau kopipun. Walau ia, mintanya air putih sajalah. Tapi kalau ditambahin dengan ubi goreng, mau ga?
A Man’s Relation with his Fragile Area, adalah albumnya yang dirilis oleh international label, Moonjune itu. Album itu disebarluaskan di pasar internasional. Otomatislah, nama Tesla Manaf lantas mendunia. Iapun berkesempatan go international, dengan sebenarnya. Iya, maksudnya main di luar, ya di depan publik sana ya.
Album itu, dirilis pas di ujung tahun 2014. Ia kemudian juga berkesempatan melakukan tur ke beberapa kota di Jepang. Ia lantas juga mempunyai kesempatan melakukan perjalanan musik, tampil di beberapa kota, di Eropa. Kelihatannya, ia akan jadi “harus” rajin melanglang buana. Untuk rilisan Indonesia, diedarkan demajors pada Maret 2016 ini.
Ini lantaran albumnya, direspon positif kritikus musik luar negeri, tentu saja juga mendapat tanggapan positif penggemar musik. Betewe, apa sih musiknya Tesla itu? Agak klasikal ya, dengan lagu yang bertema tertentu. Neo-Classical? Tapi juga kan, lebih akustik? Neo-Accoustic Classical? Ah apapunlah namanya.
Toh biarkan saja, Tesla terus mengembara. Terus bereksperimen dengan musiknya. Tengok deh album-albumnya itu. Seperti album sebelum yang dirilis Moonjune, dengan title nan panjang itu. It’s Yours judulnya. Sebagian track di dalam It’s Yours, dimasukkannya pula di album keluaran Moonjune itu.
Jazz kah, atau progressive gitu? Kan saya tulis di atas, apapunlah namanya. Jazz, mungkin menjadi salah satu unsur dalam adonan musiknya itu. Makanya, ia lantas ditanggap main di berbagai festival jazz di Indonesia sini. Oh jadi bukan progressive dong? Ya ada juga elemen progressive nya kok.
Ah sudahlah, memberi deskripsi, atawa label jenis tertentu pada musiknya Tesla, gimana ya? Saya jadi sungkan, eh ragu juga. Musiknya bersuasana ilustratif begitu sih. Apa ya namanya yang pas? Kali ini, saya merasa tak pandai memberi label tertentu pada apa yang dihasilkan Tesla. Pusing-pusing soal label, dengerin sajalah, itu jauh lebih bermanfaat dan lebih berguna.
Kan kalau ditilik lebih jauh, It’s Yours, yang tematik unik itu, berbasiskan pada warna east meet west gitu. Gitar Tesla, disandingkan dengan instrumen musik etnik macam gangsa, kantil, gong, kempluk dan yang sejenisnya. Dimana juga ada upright-bass, selain drums dan saxophone.Ya orang lebih mengenalnya sebagai, World Music, di saat ini.
Iapun lantas tampil dengan Maha Gotra Ganesha, kelompok musik yang berasal dari unit kesenian Bali di ITB. Warnanya memang cenderung ke arah world music, mengawinkan musik barat dan timur begitu. Tetapi Tesla, melakukan interpretasi berbeda. Seolah meluaskan musiknya.
Sejauh ini ia sudah melepas 5 album rekaman. Termasuk mini albumnya bersama Grace Sahertian, Grace & Tesla. Terakhir, ia merilis video dokumentasi yang menarik, yang merekam kegiatan turnya di Jepang pada Maret 2016. Ia waktu itu tampil di 6 tempat, berupa kafe atau clubs, di kota Tokyo,Nagoya, Kyoto dan Osaka. Video itu dilengkapi narasi, sehingga tampilannya, seperti sebuah film pendek.
Well, sudah ah. Panjang nian proloog tulisan ini. Sesungguhnyalah, saya kepengen menyajikan kepada teman-teman semua, 19 Hal yang perlu diketahui tentang seorang gitaris bernama, Tesla Manaf Effendi ini.
Nah, silahkan membaca ya. Boleh kok sambil nonton televisi. Tetapi saran saja ya, saran doang nih. Biar fokus sih, mute aja dulu suara televisinya. Biar bacanya khusyu’. Hehehehe. Selamat membaca, men-temens.

Tesla Manaf, lahir dimana, kapan? Rumah sakitnya apa?
Jakarta, 29 Agustus 1987
Rumah Sakit Cikini kalo ga salah siiiih

Apakah ayah dan ibumu mengajarkanmu, langsung atau tidak langsng, untuk bermain musik?
Tidak langsung, Papa suka denger musik klasik dan progesif rock, Mama lagu-lagu Pop seperti ABBA, Madonna, Carpenters, Chicago dan lain-lain....Jadi saya tuh tumbuh dengan beragam jenis musik

Waktu SD, di SD mana, kota mana? Apa pelajaran yang paling Tesla suka saat itu?
SDN Pekayon Jaya IV Bekasi. Kalau pelajaran sih, pelajaran Sejarah

Siapakah guru gitarmu yang pertama kali?
Pak Ismail. Guru gitar klasik

Apakah album rekaman musik, yang pertama kali menggerakkan Tesla, untuk menyukai musik?
Slipknot - Welcome to Our Neighborhood

Kapankah tepatnya, Tesla Manaf meyakinkan diri, pengen jadi musisi?
2010 mulai yakin seumur hidup akan main musik
Siapakah gitaris, yang pertama kali kamu tonton, dan memberi inspirasi kuat buatmu untuk bermain gitar? Nonton dimana?
John Williams the Seville Concert. Nonton di VCD hehehe
Musisi  siapakah yang lantas memberi inspirasi paling kuat, untuk menjadi arahan musikmu?
Kebanyakan lintas genre dari musik Pop, Metal atau klasik. Nah, kalo dari yang sejenis dengan musik saya tampaknya belum nemu

Siapa orang paling berjasa, yang membuatmu menjadi musisi sampai seperti saat ini?
Semua teman-teman saya yang nyaranin saya berhenti main musik atau berhenti bikin lagu... hehehe
Apa pesan ayah dan ibumu, yang paling Tesla ingat, untuk menjalani hidup menjadi musisi?
Gak ada. Mereka gak setuju saya main musik hahahaha
Hal apa yang paling positif, buat Tesla, dalam bermusik?
Bisa menjadi inspirasi buat banyak orang di sekitar

Pengalaman paling tidak menyenangkan, ketika bermusik? Misal show. Dimana dan kenapa?
Banyak sekali tapi saya lupa tepatnya event apa aja. Kebanyakan karena ulah Panitia

Pertama kali Tesla tampil bermain gitar di depan umum, kapan? Dibayarkah? Berapa tuh?
Di Yamaha Music Festival 2002, kalo ga salah. Ga dibayar, tapi juara 1... hahaha

Hal apa yang paling kamu hindari, ketika akan show?
Dateng telat



Gitarmu yang pertama, merknya apa, dapatnya bagaimana dan masih ada ga sekarang?
Yamaha C310. Udah dikasih ke orang yg membutuhkan hehehe

Tesla, coba deskripsikan musikmu saat ini. Misal, kalau dalam 4 suku kata?
Mengunyah antibiotik tanpa minum......

Siapa gitaris yang sedang kamu suka untuk dengarkan rekamannya saat ini?
Udah 3 tahun terakhir jarang denger gitaris. Lagi suka komposer klasik. Tapi kalo harus milih, lagi denger Gilad Hekselman

Hal apa yang paling Tesla sukai dengan gitar?
Abuse tanpa merusak

25 tahun lagi, Tesla Manaf, akan dimana tinggalnya dan ngapain?
New York, jadi musisi eksperimental solo main di banyak Galleri, Amphitheater dan bermain dengan banyak penari serta membuat musik untuk tari dan drama theater 

Ok trims banyak-banyak Tesla, sudah mau menjawab pertanyaan demi pertanyaan saya ini. Sukses selalu. Semoga juga sukses dalam cinta.... Hehehehe. Emang sudah punya pacar ya sekarang? Ealaaaaa..... Saya lupa sih, tanya hal itu ke Tesla. Coba aja tanya langsung sendiri ke orangnya, kalau pas ketemu. /*



Comments

Popular posts from this blog

Ngeheknya Elda dan Adi! Nonton mereka pertama kali

DENNY CHASMALA, Semua musik...Sikaaaatt!

DIDIT SAAD: Plastik Adalah Sisi Gelap Saya...