B o n i t a. Saya Cuma Pengen Jadi Penyanyi. Titik!


Kenalnya, sejak kapan ya? Aduh lupa deh. Di mana ya gitu? Hmmm...mungkin sudah kenal 10 tahunan gitu kali ya?
Tapi memang tau doi sih, sudah lebih lama lagi. Sedari awal liat, eh eh ini siapa sih? Nyanyinya kayak gitu? Keren lho.Ada kesan totalitas penuh gitu. Dan, sejak dulu waktu tahu dia, udah melihat dan mikir, bakatnya boleh nih...
Lantas waktu berjalan kan. Saya melihatnya, ia bertumbuh dengan baik dan benar sebagai, apa ya, penyanyi yang punya bakat bagus. Calon penyanyi “besar” yang potensial.
Kenapa? Karena, salah satu ke-gawat-an yang ditimbulkannya adalah, ia mau dan sangat terbuka untuk dibawa kemana-mana. Maksudnya, ini soal musik lho. Ia menjadi salah satu penyanyi dari sedikit saja, yang berani betul mencoba. Nyoba kiri, nyoba kanan.
Tak terpatok atau “memenjarakan diri” dengan satu jenis musik saja. Ia mengembara kemana-mana. Sesekali saya lihat, waduh ia nekad! Ia liar banget nih. Tetapi liar yang “positif”. Belakangan sayapun tahu persis, diajak siapapun untuk jenis musik model gimanapun, ia selalu siap-siap saja.

Jarang untuk menolak. Apapun diterimanya. Ia berani keluar dari “zona nyaman”-nya, dalam hal menyanyi. Suwerrrr,  ga banyak penyanyi sekarang yang seberani itu. Apalagi kalau menyangkut penyanyi yang sudah sampai pada taraf popularitas tertentu, walah bakalan susah banget untuk mau mencoba ke wilayah musik lain.
Jangan kata yang sudah cukup populer, atawa lumayan populerlah. Sebagian anak-anak muda, yang baru mulai nongol aja, sudah berani menolak. Ga akan mau, untuk menerima menyanyi lagu tertentu, dengan jenis musik yang kayaknya...gimana ya, sebut deh sebagai...”ah, bukan gw banget lah”.

Doi satu ini beda. Ia kemana-mana. Semangatnya itu lho, luar biasa. Mau latihan. Kapanpun, ya dia siap. Dimanapun hayo. Kadang suka .... “dikerjain” musisi, atau aranjer, ia mah asyik-asyik aja. Kayaknya tau ia dikerjain sih, tapi ia menerima dengan legowo gitu. Yaaollooooohhh....
Eh nanti, kamu diminta bawain lagu, ‘Syukur’. Lagu perjuangan itu. Ia jawab, oh ok mas. Diapain ya nanti lagu itu? Lalu beberapa jam kemudian saya texting lagi, kamu ternyata bawain ‘Kicir Kicir’ deh. Atau, mana yang paling kamu rasa enak, dari salah satu lagu itu? Boleh mas. Terserah aja. Itu contoh kasus, betapa ia terbuka hatinya. Aha. Dan saya tertawa lebar, susah berhenti!
Iya maaf, maaf ya. Saya itu becanda. Tapi dia nanggapinnya serius, adooooh! Ia tak pernah menolak. Ok, mungkin lebih tepatnya sih, saya belum pernah melihat ia menolak sebuah tawaran, se-“gokil” apapun. Nyanyi tapi tanpa latihan, pokoknya langsung datang, dan ikutin aja, dia ga tolak! Diminta datang menyanyi, tapi bawa setrikaan, dia pun manut-manut saja....

Ya gitu deh sedikit tentang dia. Seru orangnya. Sama serunya, dengan suaminya yang musisi, gitaris. Mereka pasangan nan asyik sih. Akur dan keduanya penuh canda. Yang bikin saya tuh, ga pernah untuk ga tergoda untuk becanda terus dengan mereka...
Nah, apa saya becanda ketika saya sodori sekitar 55-an pertanyaan, kirim by email? Oh beda. Ga becanda. Eh ok gini deh, pertanyaan demi pertanyaan sih ya keluar aja dari isi kepala saya. Terburai gitu. Langsung menggerakkan jari-jari tangan saya, untuk mengetik di atas keyboard notebook saya. Ada juga sedikit keusilan saya sih. Ya, saya ngaku deh. Usil ya bikin pertanyaan menggeltik gitu.
Tapi eh dijawab. Dan saya terkaget-kaget juga. Karena pertanyaan segitu banyaknya, dijawabnya ga sampai...24 jam dari sejak saya kirim! Asli, saya memang terkejut juga. Edun, cepet amat? Padahal saya sudah bilang, ga buru-buru kok, take ur time...
Nah dibawah ini, sebagai isi utama tulisan saya ini, adalah tanya jawab saya dengan dia. “Ngobrol”nya ya gitu itu, via email. Ga ketemuan kok. Maksudnya, tak atur waktu spesial, dimana dan kapan gitu ya. Wawancara one on one. Ga sempet. Ya begini aja. Lebih praktis, manis, gratis...ga bikin pipis. Eh apaan sih? Hahahaha. Iya, haree geneee coy. Main yang praktis-praktis sajalah.
Dasarnya sih itu, kenapa tetiba, saya pengen menulis tentang dia? Ya karena alasan saya di atas itulah. Sosoknya, suaranya, sikapnya. Bikin saya respek, kagum juga, angkat topilah. Saya suka dengan dia, juga dengan suaminya. Juga dengan anaknya. Makanya lantas terpikir, saya pengen ah menulis tentang dia.
Ya kemudian terlintas aja pikiran, pengen bikin wawancara rada panjanglah gitu. Udah deh, kirim lewat email aja. Dan saya sudah tahu persis, dia pasti tak menolak. Dia antusias, ketika saya bilang via message di whats app, bahwa saya pengen menulis tentang dia, nanti tolong jawab saja pertanyaan saya di email.
Kejadian deh. Ya jadinya tulisan ini. Obrolan seru kayaknya. Eh, terserah deh. Pembaca silahkan menilainya sendiri. Seru ga? Serulah. Iya ga sih? Lha kok saya maksa? Hehehe. Maaf, hampura euy, saya masih merasa sukacita, ia itu sangat kooperatif. Memang teman baik banget nget nih....

Panjang ya, lead tulisan ini. Iya dong,kudu ada proloog lah yang harus cukup menjadi pembukaan. Sebelum anda ya, iya anda, eh anda juga, sip iya termasuk anda lah.... menikmati tulisan tentang dia yang saya buatkan dengan riang gembira ini.
Oh ya saya pilih menampilkan obrolan saya ya apa adanya. Beneran ya seperti yang saya tulis dan dia jawab. Ga banyak edit berarti sih. Jangan kaget dan protes, ada misal gini, “cita2”, bukan “cita-cita”. Atau, apa lagi, “acara2x” itu maksudnya ya, acara-acara.. Editless. Memang ya copas asli aja. Biar murni gitulah... Eh iya, ada juga emoticon, “J”. So, itu disengaja yaaaa. 
Sengaja, bukan karena males ngeditnya. Ga kok. Cuma ya pengen beda aja sih. Hahahaha. Ngeles neh yeee? Ga ngeles. Saya sudah tidak les apapun lagi saat ini. Dulu sekali masih sekolah tuh, suka ambil les ini, les itu. Les biola? Ga kepikiran.

Semoga buat yang belum kenal teman baik saya ini, menjadi kenal. Syukur-syukur sih, langsung jadi merasa akrablah. Atau yang sudah tahu sedikit-sedikit, pernah denger, ya jadi tau banyak. Kalau sudah tau banyak, semoga jadi suka dengan tulisan ini. Eh, terpenting sih, suka dengan dia, dengan suaranya, dengan lagu-lagu yang dinyanyikannya, dengan musiknya.
Nah buat yang sudah tahu banyak, malah sudah suka. Apalagi dong? Ya saya berharap,jadi tambah tambah sukanya. Tambah dekat. Karena makin tahu banyak tentang dia. Bisa jadi penggemar fanatiklah.... Fans fanatik, tak harus berbatik. Walau batik itu bagus dan baik, keren juga. Batik itu bisa bikin penampilan kita menarik. Ealaaaa.... Kok jadi ke batik? Memang dia suka batik? Suaminya gimana, suka ga?
Bonita, begitu namanya. Saya tuh minta, tulisin dong nama lengkapmu. Eh dia menulis ya Bonita aja. Udah. Ya sudahlah. Bonita, penyanyi, penulis lagu. Seringkali ceria. Senang hatinya. Senang bertaman, kan punya pohon beringin ya depan rumah? Adem dong ya, Bon?
Yuk ah. Langsung masuk deh.... Sudah siapkah dengan secangkir kopi, sedikit gula, kalau perlu sih ga usah pakai gula deh. Inget, diabetes lah! Sebelum saya makin kemana-mana, hehehe... selamat minum kopinya. Eh iya, sambil membaca tulisan ini.
  
Dion Momongan  :  Siapa orang paling penting, yang membuat kamu jadi penyanyi. Ya, inspirasi terutama lah...
B o n i t a             :   Ayah :)

DM  :  Cita-cita kamu waktu kecil, apa sih?
B  :     Jadi penyanyi.. Hihihi.. Cita2nya konsisten yak...


DM  :  Kamu senang menyanyi ga waktu kecil? Masih inget, berapa nilai Seni Suara mu di waktu SD dulu?
B  :      Kata bunda, dari umur 3 thn aku sdh bisa "pecahin" suara waktu abang Anda nyanyi "Balon ku" saat kami di becak menuju pulang dari sekolah abang. Hahaha.. Aku nggak terlalu baik dlm mengingat nilai. Sekolah bukan tempat favoritku dulu. Berbeda dgn abang yg sering juara kelas
DM  :  Waktu kecil dulu nih, di sekolahmu, pelajaran apa yang paling ga disukaii?
Dan kenapa? Gurunya masih inget ga amanya siapa?
B  :     Semua pelajaran aku nggak suka. Kenapa yah? Antara nggak cerdas sama pemalas aja kali ya mas. Pengennya main terus. Hihihi. Ada 1 guru aku saat itu gak suka banget. Siapa ya namanya.. Lupak. Hahahaha..

DM  :  Lalu guru yang paling kamu sukai siapa dan dari pelajaran apa? Apa yang paling kamu inget dari guru itu?
B  :     di SMA ternyata ada 1 guru yg aku suka. Guru Antropologi. Ngajarnya asik. Masuk di kepala. Pelajaran sosiologi dan antropologi emang cukup seru sih :) Yg paling aku inget adalah dia kl ngajar sambil ngerokok di kelas! Hahahaha. Gokiiiil

DM  :  Eh kamu suka menonton televisi ga dulu, saat kecil? Apa acara favoritmu?
B  :     Nonton serial2x tv spt Unyil, Pak Tino Sidin, Safari, banyak kartun2x di tv, serial2x berbahasa inggris (lupa2x namanya).

DM  : Apa juga acara televisi yang paling kamu ga sukai?
B  :    hmmm.. Bukan gak suka, tp nggak di tonton karena cari yg menarik aja :)


DM  :  Waktu kecil dulu, apa yang paling kamu inget dari ayahmu dan ibumu?
B  :     Mereka suka nyanyi bersama di acara2x tertentu. Dan mereka mesra sekali sampai periode tertentu J

DM  :  Ada ga ya kesan yang paling mendalam dari ayah dan ibumu dulu, yang kamu selalu "pegang" sampai hari ini?
B  :    How to behave (penting banget punya good attitude. Itu kami diajarkan dgn tangan besi utk hal tsb (dan beberapa hal lainnya.. Hahaha)

DM  :  Eh iya, nama ayah dan ibumu dong...
B  :     Ayah : Koes Hendratmo
. Bunda : Herdawati

DM  :  Lalu,kamu berapa bersaudara sih? Dan kamu, anak ke berapa?
B  :     Kami bertiga. Anda Perdana (Pertama), Saya (kedua), Candisa (ketiga).

DM  :  Gimana hubungan kalian dulu, kakak-beradik, di rumah? Dengan siapa kamu paling akur?
Dengan siapa juga kamu suka bertengkar? Ada yang paling kamu inget ga?
B  :     Hhmmm.. Sm abang hubungan kami antara akur banget sama nggak banget. Hahahaha.. Aku biasanya yg suka bikin perkara kl kami ribut kata bunda. Hahaha.. Abang selalu mjd anak yg manis :). Candy jg anak yg manis. Sedikit manja (masih lbh manja aku) tp hampir selalu mendengarkan abang dan kakaknya berpendapat  J

DM  :  Masa kecilmu itu dimana? Kalau di Jakarta, sebutin juga di daerah mana?
B  :     di Tebet dan Cidodol. Tp yg paling berkesan itu di Tebet :)

DM  :  Siapa penyanyi favorit kamu dulu, ya yang pertama kali deh? Kenapa?
B  :     Aku pikir Whitney Houston. Karena.. It's Whitney! Salah satu penyanyi pop hebat era 90an! Tp sepertinya penyanyi favorit pertama ku adalah ayah. Krn sering liat dia perform dan selalu kagum tiap liat dia perform. Dedikasi, semangat dan passion dia di musik dan performance art lainnya itu luar biasa menginspirasi sekali.

DM  :  Kalau grup band, siapa yang paling kamu sukai dulu itu? Kenapa?
B  :     Dulu waktu SD suka nya sama  NKOTB! Hahaha

DM  :  Ada ga kejadian lucu, yang paling kamu inget terjadi waktu kamu remaja? Ya sekitaran usia SMP lah gitu ya? Eh SD kamu dimana, SMP kamu dimana?
B  :     TK & SD di Al Azhar Kemang. SMP di Charitas. Kejadian SD ada yg kocak banget (sekarang. Dulu mah di marahin abis sama nyokap)..  Jadi aku kelas 2 atau 3 SD dan abang kelas 5 atau 6 SD. Saat pengambilan raport. Bunda biasanya ngambil raport abang dl... Nah, kelas senior itu di lantai atas. Sesampainya bunda di kelas abang, bunda tiada habisnya di puji2x. Abang rangking 3 besar. Betapa pintar dan rajinnya abang. Betapa hebatnya abang sebagai dokter kecil 😊. Kebayang betapa bangga dan senangnya bunda. Lalu dia turun ke bawah. Ke kelas saya. Pas beliau sampai di kelas, dia liat saya sedang di setrap di depan kelas karena saya nggak berhenti ngobrol sama teman2x di kelas. Dgn rangking besar dari belakang. Hahaha.. Kasian bunda. Sayanya mah cuek2x aja.
DM  :  Masa SMA gimana? Apa yang paling kamu sebelin di masa-masa itu? Mungkin ada temen yang nyebelin gitu keleusss?
B  :     Kakak2x kelasnya banyaaaak banget yg nyebelin. Sebel sama soal gencet2xan. Tp pasti ada menyenangkannya. Disana pertama kalinya saya belajar berorganisasi. Saya ikutan OSIS. Seru!
DM  :  Kenapa kamu menyanyi?
B  :     ...karena itu cita2x saya dari kecil :)
DM  :  Kalau tidak menjadi penyanyi, kira-kira ya apa yang kamu inginkan? Ya kan, bisa aja jadi pegawai  bank misalnya? Jadi Polwan juga boleh. Jadi,ilmuwan  juga ga papa kan.
B  :     Nope! Nggak ada. Saya cm pengen jadi penyanyi! Titik. 😊😊

DM  :  Acara musik apa, yang kamu pertama kali tampil. Tampil secara profesional gitu? Acara itu siapa yang bikin? Apa yang kamu inget tentang sikap penonton-penontonnya waktu itu?
B  :     I would say Asia Bagus. Pun sebelumnya tampil pertama kali bermusik itu kelas 6 SD atau 1 SMP bareng abang dan band sekolah PL nya di sebuag acara festival musik yg aku lupa namanya. Tp Asia Bagus itu aku tampil sendiri. Ajang lomba nyanyi. Solo. Hmmm.. Siapa yg bikin saya nggak tahu . Sikap penonton2x saat itu alhamdulillah nggak ada yg anarchi! Hahahaha. Nggak lah ya.. Seru kok. Mereka apresiatif bgt. Nggak cm ke saya. Tp keseluruh penampil...
DM  :  Lalu, adakah acara musik yang paling kamu inget? Tentu yang kamu pernah tampil ya. Baik itu pengalaman suka maupun duka. Yang nyenengin maupun yang ga ngenakin deh
B  :    dari Asia Bagus sampai segala macam festival musik yg pernah aku alami semuanya berkesan (cie.. Kayak banyak aja... Tp serius.. Karena nggak banyak itulah jadi semua berkesan
DM  :  Tentang seorang pria bernama Petrus Briyanto Adi nih sekarang. Apa yang pertamanya ya, paling ga kamu sukai dari dia?
B  :     Dia cerdas! Profesi dia sebagai pengajar yg membuat hati saya luluh. Dia sangat mencintai profesinya sebagai pengajar. Musik khususnya  J  Dan jatuh hati sama musik2x yg dia ciptakan dari jaman Cozy Street Corner sampai sekarang .


(Ok lah, kayaknya Bonita ga terlalu perhatiin, bahwa saya nanya, yang “paling ga kamu sukai dari dia”. It’s ok. Mungkin salah satu bukti, dia too excited, dalam menjawab pertanyaan demi pertanyaan saya.....)

DM  :  Apa sih yang paling kamu inget waktu masa berpacaran dulu?
B  :     Mantan pacar ku itu (a.k.a suamiku sekarang 😊) galak banget! Hahahaha.. I love you still and always ya panaaaaa ❤❤. Dia udah nggak segalak dl. Karena aku ngaco nya jg udah berkurang banyak. Hahahaha.

DM  :  Gimana caranya, pacarmu itu melamarmu? Ada ga kata-katanya yang paling kamu ingat?
B  :     hahaha.. Ini lucu. Aku karena perceraian orang tuaku, aku agak2x malas mikirin nikah. Pas awal2x kami pacaran itu, hubungan ayah dan bunda sdh sangat tdk baik. Saya rasa itu momen terburuk utk seluruh keluarga kami (termasuk ayah dan bunda sendiri). (Hmmm.. Mana lucunya ya? Kok agak tragis dan ironis malahan.. Hahaha.. Sabar.. Sabar.. Cerita belum selesai ☺) Namun mas Adoy sbg pribadi sdh mantap utk membina keluarga. Tanpa tedeng aling2x baru beberapa bulan pacaran, dia ngelamar saya di dlm mobil, malem2x saat saya mau ngedrop dia pulang di kontrakannya, dan saat mobil lg mau saya putar balikkan. Posisi mobil lagi mundur. Hampir saya nabrak pohon. Hahaha.. Kacaaauuu. Itupun bisa jadi tragis dan ironis kondisinya. Di lamar dan hampir nabrak pohon.... 2 thn kemudian kami menikah ❤❤.

DM  :   Siapa itu Adoy, buat kamu sekarang ini?
B  :      Dia suami yg baik. Baik sekali. Penyayang. Suportif sama semua kegiatan saya dalam bermusik. Saya sangat amat beruntung mendapatkan dia sebagai pasangan...

DM  :   Nama lengkap anakmu siapa ya?
B  :     Pramusetya Kanca

DM  :  Apa yang paling kamu inginkan dari anakmu? Misal,anakmu harus lulus sampai S3... Atau anakmu nanti harus jadi bassis, atau jadi drummer, mungkin?
B  :    Hahaha.. Aku pengen anakku setidaknya bisa dan pandai dalam bermusik. Dari situ dia mau mengembangkan dirinya mjd yg lbh lagi (saya nggak tau apa) monggo. Yg penting dia HARUS dan WAJIB berguna utk masyarakat luas. Dia harus berguna utk orang2x yg membutuhkannya. Berguna utk komunitasnya. Yg pasti tidak boleh jadi Politikus dan Tentara. Hahaha 😂
DM  :  Dari lagu-lagumu,terutama dengan Bonita and the Hus-Band ya, lagu apa yang paling kamu sukai? Kayaknya lagu itu, emang lagu gw banget deh....
B  :    Lucu.. Saya menemukan saya yg baru. Yg lain, ketika bersama The husBAND. Transisi dari album kedua solo masuk album pertama Band, di album bareng band, saya banyak berkompromi. Dari lirik hingga nyanyi. Dan saya senang atas hal itu. Saya merasa berkembang. I'm becoming an adult. Jadi saya pikir musik sayapun harus begitu jg. Album bareng The husBAND itu adalah tentang saya yg baru. Yg dewasa. Yg bersama dgn yg lain. Yg tdk sendiri. Seru! :D  Nggak nyangka saya bisa sedewasa ini sekarang. 😍😍😊😊.

DM  :  Apa arti ngegrup bareng sih, dalam musik tentunya,buatmu?
B  :    Sharing : ideas and thoughts. Being a family (yg bukan sedarah dan bukan karena pernikahan). Being an adult : menjadi pendengar, menjadi lbh sabar, lbh atentif, lbh apresiatif (lagi). Dan seterusnyaaa :D
DM  :  Apa ya cita-citamu dan Adoy terhadap grup bandmu itu?
B  :     Kami ingin bisa berkembang tdk hanya mjd musisi yg baik tp mjd manusia yg lbh baik lagi melalui musik2x kami. Tentunya kami ingin band kami bisa menghidupi kebutuhan kami masing2x secara finansial. Tp sebelum kami meminta permintaan tsb, kami memilih utk "menghidupi" band kami dgn semangat dan cinta kasih melalui musik2x yg kami ciptakan. Semoga lama2x band ini perlahan2x dgn kesuburan cinta kasihnya yg kami tanamkan, suatu saat nanti bisa menghidupi kami sebagaimana cukupnya kami butuhkan. Amin. ❤❤❤❤❤

DM  :  Kenapa nama bandmu Bonita and the Hus-Band? Kan bisa juga Adoy and the Wife? Atau, kenapa ga, Bonita & Adoy dan Kawan-Kawannya?
B  :    Hahahaa.. Ada campur tangan tanpa di sengaja sama mas Farhan (MC). Dia kenal aku dan Adoy itu di waktu yg berbeda beda. Sebelum kami berpacaran, sampai kami pacaran, sampai kami menikah dan punya Pram. Lalu suatu ketika, saat aku tampil di sebuah restoran di bilangan Kemang (yg sekarang sdh di gusur) milik teman baikku, di acara tsb, mas Farhan menjadi MCnya.
Dan dia tau kl aku dan Adoy sbg pengisi acaranya. Pram masih bayi waktu itu. Blm setahun dan kami ajak ke acara tsb. Lalu mas Farhan bertanya kepada kami apa nama band kami. Jujur saat itu kami nggak kepikiran apa nama band kami. Lalu dia bilang. Gimana kl Bonita and her husband. So, long story short, jadilah Bonita & the husBAND. Dan baru tau thn kemarin kl "Hus" itu sendiri ada artinya dari bahasa jerman kuno yaitu Rumah. Kebetulan yg luar biasa. Nama lable dan manajemen kami adalah RumahBonita. Program bulanan di rumah kami Live at RumahBonita. Lengkap sudah kekeluargaan kami sebagai Band! JJJ

Ok, sedikit nyelip deh. Mengenai kelompok musik akustiknya itu, Bonita and the Hus-Band. Singkatan lucunya, BNTHB. Musiknya unik. Lebih terkesan folk, ballad. Gimana ya, basisnya, ini menurut saya, lebih pada bentuk ya “musik rakyat”. Ceria, seneng-seneng. Rame-rame.
Memang serame apa grupnya itu? Astaga, ente ga tahu atau belum pernah denger BNTHB? Kemaneee ajeee braaayyy? Mereka berempat aja. Bonita tentunya, menyanyi dan suka sembari main tambourine. Lalu sang misua eh suami, Adoy alias, Petrus Briyanto Adi, gitaris.
Pada perkusi, mainin djembe serta percussion-tools yang seabrek, Bharata Eli Gulo. Lalu anggota yang terakhir masuk, dan sukses membuat musik mereka mangkinan nyesss nyesssss gimanalah gitu, Jimmy Tobing dengan saxophone-nya. Cuma berempat, tapi mereka sukses membuat sebuah bangunan suasana atau nuansa yang rame, pada musiknya.
Rame di sini, maksd saya bukan lantas diartikan sebagai, “ribut” atau “keras”. Kan mereka itu akustikan,bro. Ga ada suara lengkingan gitar menyayat, “merobek atau melubangi gendang telinga”. Atau, vokal memekik nyaring, suara tinggi. Iya, bukan ramai seperti itu.
Saya ga tau ya, buat saya mah mereka ramai. Ramai juga dalam kesehariannya, di luar panggung. Saya itu senang banget ngobrol dengan mereka. Jangan heran, saya kumpulin mereka untuk wawancara itu ada berapa kali ya  Live Interview di program saya, di Lite FM 105,8, waktu program itu masih ada.
Habis dari situ, eh lalu saya undang mereka lagi untuk wawancara, dengan mereka menyelip main juga secara live. Untuk program video interview saya, yang sudah divonis stop itu, di iCanStudioLive. Mereka senang menyambut baik undangan saya. Datang dan siap banget. Alhamdulillah. Puji Tuhan! Sayang, rekaman wawancara dengan mereka, yang seru itu, ya gimana program itu udah keburu dimatiin? Raib entah kemana dah....

Eh nanti ya, akan menyusul saja. Tulisan saya tentang kelompok musik cakep dan menggelitik itu. Haruslah menjadi tulisan khusus tersendiri. Grup kwartet sebagus itu, wuidiiih cerita-ceriti mereka ya tersendiri dong....
Ini saya selipkan, jadi ilustrasi foto bersama BNTHB di radio dan di saat usai rekaman video interview. Di foto usai take shoot video, terlihat tuh ada keluarga musik nan bahagia itu. Bonita, Pram dan Adoy.

DM  :  Kembali ke anakmu. Ada lagu yang paling disukai anakmu, lagumu dan Adoy tentunya. Menurutmu kenapa?
B  :     Saya nggak ngeh sepertinya kl dia punya lagu favorit dari lagu2x kami. Tp lagu yg berjudul  "Pesan Untukmu" itu cukup berkesan utk dia.  Krn selain dulu judul lagu itu bernama Pesan Untuk Pram (dan sekarang mjd Pesan Untukmu), melalui lagu itu Pram berinteraksi di Video musik yg di buat oleh the Boyers (silahkan di lihat di youtube. Baik di channel RumahBonita atau The Boyers) dan atau saat kami konser thn 2012 di GBB, TIM. Saat kami membawakan lagu tsb, Pram ikut tampil di atas panggung. Itu juga bisa lihat di channel kami di youtube :)

DM  :  Kalau aku sebut nama pasangan, Endah & Rhesa, apa yang paling inget dari pasangan itu?
B  :     Teman baik kami! Aku tau Endah dari jaman dia baru lulus SMA, main gitar elektrik, sendirian di Wapres Bulungan. Sampai dia punya band bareng Rhesa Me and My Pirates, dan mereka pacaran, bikin Endah N Rhesa, sampai mereka menikah, sampai sekarang ini. Saya fans berat mereka. Perkembangan mereka sebagai musisi dan pasangan hidup sangat amat menginspirasi saya. Saya dan Adoy sdg seru mensupport mereka dlm membangun komunistas mereka di Pamulang. Wah! Mereka keren bukan kepalang! Love them and proud of them! :D
DM  :  Lalu, kalau aku sebut nama Bintang Indrianto, kira-kira apa yang paling kamu inget?
B  :     Baiknya, jailnya, hebatnya. Hahaha. Mas Bintang itu baik banget mau membantu proses rekaman live album pertama kami. Dia percaya sama apa yg kami punya. Gila. Nekat. Hahaha.. Love you mas Biiiin... .  Jail banget. Ah! Semua orang jg pasti yg pernah bersinggungan hidup bermusiknya dgn mas Bin tau betapa jailnya manusia yg satu itu. Ngangenin! Hebat! Dia nggak pernah berhenti berinovasi dalam bermusiknya. Trio Bintang buktinya! Gilak! Keren banget! Bareng Denny Chasmala di Gitar dan Iqbal di drums. Dan kolaborasinya bareng teman2x tradisi. Jazz yg di dangdutkan? Atau dangdut yg di jazzkan?? Ah! Bodo amet! Uenak e pooolllll!!! ❤❤❤❤❤

DM  :  Apa yang paling kamu ketahui tentang seorang seniman bernama Gombloh?
B  :    Dengan amat menyesal.. Sangat sedikit. Nggak berani berkomentar banyak 😝😝.

DM  :  Musik 70-an, apa yang kamu ketahui? Apa yang paling kamu sukai dari scene musik 70-an? Ya musik lokal maupun internasionalya
B  :    Saya suka scene nya. Flower generation. Musik2x saat itu saya nggak kenal banyak. Tp kl mendengarkannya tdk akan saya matikan musiknya. Saya akan dengarkan terus. :) the rock, the folk the ballad. Love it! :)

DM  :  Kalau musik 80-an? Gimana, apa yang kamu ketahui? Apa juga yang paling kamu ga sukai dari scene musik 1980-an? Juga lokal dan internasional.
B  :    Sukak Duran2x!!! Hahaha.. Hmmm.. Apa yg aku nggak suka ya.. Dandanannya. Membingungkan. Itu bagus atau nggak. Sehingga menurut saya ngaruh ke musik2x saat itu. Bagus atau nggak ya? Masih bingung ampe sekarang. Kl dengerin sih gak akan terganggu. Cm nggak terlalu prefer mendengarkan. Nggak semuanya tentunya. Spt Duran Duran aku sukak terus. Hihihi..

DM  :  Kamu sekarang ini ya, lagi suka dengerin musik apa dan siapa? Menurutmu bagaimana?
B  :     hmmm.. Nggak ada yg spesifik sih sekarang. Masih terus mencari musik yg menginspirasi. Ada. Dan beragam.

DM  :  Siapa sih penyanyi dan grup band, yang kamu dan suamimu sukai bersama-sama? Kenapa? Ada kesan tersendiri mungkin?
B  :     Kami suka James Taylor, Queen, The Police, Kuaetnika. Hmmm.. Apa lagi ya? Kebetulan itu yg kami bisa suka bareng. Hahahaha 😂😂😂.

DM  :  Apa yang kamu dan suamimu suka lakukan bersama-sama?
B  :     Bermusik dan jalan2x bareng si Pram :)

DM  :  Seberapa sering, kamu, suamimu dan anakmu, menonton televisi pada tiap harinya? Mungkin ada acara televisi, yang paling kalian sukai bersama-sama? Kenapa?
B  :    Aku dan Pram suka nonton. Suami lbh suka melebarkan pengetahuannya di komputer. Hahahahaha.

DM  :  Ada ga, acara musik yang paling berkesan buatmu, sebagai penampil di acara tersebut? Kenapa?
B  :    2 x main di Jazz Gunung (sayangnya tdk bersama The husBAND). Pertama thn 2015 bersama INA Ladies. Asuhannya mbak Happy Pretty dari the Pretty Sisters. Isinya cewek semua. Kedua 2016 bareng Ring Of Fire nya mas Djaduk Ferianto. Pemandangannya indah luar biasa dan dinginnya itu loh. Belum pernah saya nyanyi dfn suhu di bawah 10 derajat selsius!

DM  :  Apa yang kamu lakukan biasanya, sudah tradisimulah, sejam sebelum kamu manggung?
B  :     hmmmm.. Nggak ada. Hahaha.. Kadang dandan, kadang tidur, kadang nonton band sebelum kami. Kadang makan.. Hahahah...
 
DM  :  Apa yang biasanya kamu hindari saat mau manggung?
B  :     Jangan sampai BT or bad mood. Bahaya itu. Bisa berantakan semua nanti.

DM  :  Eh, kamu bangun tidur setiap harinya jam berapa sih? Lalu, apa yang rutin biasanya lakukan setelah bangun tidur?
B  :    Waduh.. Kasih tau gak ya betapa pemalasnya saya.. Hihihihi..

DM  :  Bagaimana dengan tidur, jam berapa biasanya kamu tidur malam? Lalu hal apa yang kamu lakukan sebelum tidur?
B  :     Jam tidur berantakan. Bisa sebelum jam 12 malam atau jauh setelah jam 12 malam. Sebelum tidur yg sekarang sih jawabin pertanyaan panjangnya mas Dion di email ini... Hahahahahaha.... Ampun maaaas.. Ampuuun.... *sungkem*
DM  :  Kalau misal ada reinkarnasi, kamu kepengen suamimu menjadi apa sih?
B  :      Jadi apapun yg dia mau selama soul nya tetep sama kayak sekarang :)

DM  :  Kamu pernah menginginkan punya anak berapa gitu, dengan suamimu?
B  :      hmmmm.. Aku pikir aku pengen punya 2 anak. Tp karena 1 dan lain hal, 1 sptnya cukup :)

DM  :  Masa tuamu nih, berandai-andai aja, kamu mainkan musik seperti apa? Kenapa?
B  :      I wanna go back to my roots. Musik tradisi. Aku mau pulang. Ke rumah. Indonesia :)

DM  :  Oh iya, apa sih mimpi terbesarmu sebagai seorang penyanyi? Keinginanlah ya. Jadi apa ya? Misal, mendapat Grammy Awards gitu? Atau ya apapunlah, yang jadi mimpi...
B  :      hmmmm.. sungguh aku nggak tau mas. Nggak kepikiran pengen dapet penghargaan apa gitu. Cuma pengen bermusik aja. Sharing musikku. Kl dlm perjalanan karirku aku dapat penghargaan atau apapun itu, syukur alhamdulillah. Bonus. Rejeki anak soleh. Hahahaha..

DM  :  Kalau kamu tua nanti, kamu kepengennya tinggal dimana dan ngapain?
B  :      yg pasti nggak di jakarta J Sebelum tua insya Allah aku sdh tdk berada di Jakarta atau pinggirannya Jakarta.. (Ini baru mimpiku mas. Hihihi)
DM  :  Apa arti Tuhan buatmu?
B  :     Private. Hanya aku yg tau apa arti Dia buat aku ...
DM  :  Menurutmu ya, Presiden itu apa dan bagaimana?
B  :     Buat saya Presiden Indonesia itu Bung Karno. Fisik dan mental.
DM  :  Ini terakhir, kalau boleh memohon atau meminta, ini very special request, kamu kepengen hidup sampai usia berapa? Kenapa?
B     :  Sampai saya nggak bisa bermusik lagi. Itu limitnya :)
Pertanyaan terakhirku tuh gini...Bonita, kamu lahir dimana sih? Kapan? Dan di rumah sakit mana, nama dokternya siapa? Jawabannya begini aja, 7 Mei 1977, Jakarta. Soal dokter dan rumah sakit aku tanya bunda dulu yaaa ... / *

Comments

Popular posts from this blog

Ngeheknya Elda dan Adi! Nonton mereka pertama kali

DENNY CHASMALA, Semua musik...Sikaaaatt!

DIDIT SAAD: Plastik Adalah Sisi Gelap Saya...