IRMAJUNE, And oho, She's Back for Sure!


Tunggu dulu. Janganlah terburu-buru yo. Kenalin dulu, Irma June! Tapi persoalannya, masak harus dikenalin lagi? Lupa yaaa? Aaah masak lupa? Beneran lupa? Ok, udahlah sekalian dengan yang belum kenal juga....
Ya ini dia, Irma Ivonne June Kairupan, begitu nama lengkapnya. Kelahiran Jakarta, 30 April 1973. Nama populernya, Irma June. Kalaupun lantas akan ditulis sebagai Irmajune pun, tetap sama orangnya. Istri dari Martin Luther Yosua Lengkey. Ia adalah ibu dari Gloria Benedict Lengkey, sekarang umur 13 tahun. Serta putranya, berusia 12 tahun, Martin Joshua Lengkey, Jr.
Dan iya, bukan nama asing kan? Bukanlah nama baru, terutama di blantika musik Indonesia. Insya Allah, masih banyak orang ingat namanya. Karena ia sempat punya hits juga, dalam perjalanan karirnya, teristimewa di era akhir 1980an hingga 1990-an.
Catatan musiknya, biasa disebut dengan bahasa keren, discography. Baca baik-baik ya, Irma sudah hadir sejak 1984-1985 dengan album anak-anak, Sakit Aduh Sakit. Bersambung dengan album anak-anak berikutnya, Kumpulan Lagu-Lagu Soundtrack Cartoon Jepang Populer.
Ketika ia beranjak remaja, jelang dewasa, iapun muncul lagi antara lain dengan, Egidio, album yang menghasilkan hits, ‘Bila’. Lalu disusul dengan Maaf.  Berlanjut kemudian dengan Takkan Berubah. Ia juga sempat menghasilkan album kompilasi hitsnya, The Best of Irma June, sebuah album eksklusif.
Karir menyanyinya masih ditambah lagi dengan keterlibatannya mendukung lagu yang mengisi album soundtrack beberapa film. Sebut saja di antaranya adalah,’Kristal Kristal Cinta’, duet dengan Hedi Yunus. Dari film berjudul sama. Atau lagu, ‘Alkisah Cinta’, yang meramaikan album soundtrack Catatan Si Boy 2.
Masih ada lainnya, lagu ‘Satu Rasa’, dimana ia berduet dengan Orbar Amputra. Itu salah satu yang mengisi soundtrack Catatan Si Emon. Ditambah proyek musik lain yang didukungnya, menjadi guest star dalam album kelompok Catwalk, dimana ia ikut menyanyi lagu, ‘Pasir Putih’. Ikut album Voice of Asia, dengan menyanyikan,’Datanglah’.
Masih ada lainnya nih, album LCLR – Dasa Tembang Tercantik Prambors, dimana ia membawakan lagu,’Pesta Dansa’ bareng Dyah Kutut dan Asa. Setelah terlibat dalam album Harry Toledo and Friends, menjadi guest star menyanyikan,’Kan Selalu’, Irma menekuni karir menyanyinya di wilayah musik rohani, gospel.

Irma memang pernah menyatakan quit dari dunia showbiz di sekitar 1998. Ia merasa lelah, dan waktunya untuk introspeksi. Ia merasa, kenapa ia jadi menjauh dari Tuhan. Ia memutuskan, waktunya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Jadi, ia lantas memilih konsentrasi ke lagu atau musik puji-pujian kepada Tuhan.
Tak terasa nyaris 18 tahun sudah, ia menghilang dari panggung-panggung musik sekuler. Bukan berhenti menyanyi, tetapi memilih menjadi penyanyi gospel. Menjauhi hingar-bingarnya dunia musik hiburan umum. Tidaklah total, sesekali masih menyanyi, tapi untuk audience terbatas. Yang jelas, tidak lagi rekaman album umum biasa.
Dan, kini saatnya ia merasa pengen bisa kembali lagi. Dengan single baru, ‘it’s me’. Dimana musiknya yang riang gembira, sedikit ada suasana classic disco 80-an, digarap oleh produser yang bassis grup Emerald-BEX, Roedyanto Wasito. Lagu itu ditulis sendiri oleh Irma.
Irma dan Roedyanto memang sudah berteman lama sekali. Dan beberapa kali dulu pernah bekerjasama. Ini project yang ga sengaja sebenarnya, tapi akhirnya jadi juga. Lagunya baru dibuat kira-kira 2 bulan yang lalu setelah Irma dan Roedy reunian lagi., begitu ceritanya.
Setelah ketemuan, kira-kira 2 minggu kemudian langsung rekaman. Mas Roedy yang bikin melody dan aransemennya, Irma yang bikin liriknya. “Isi dari lagu ini awalnya menceritakan mengenai perjuangan saya dalam mengejar impian saya, dan harapan saya lagu ini juga bisa menginspirasi banyak orang untuk tidak takut dan ragu dalam mengejar impian mereka, tidak peduli berapa pun usia mereka”, terang panjang lebar Irma.


Menurut Irma lagi, bahkan nanti lihat music video-nya juga benar-benar menceritakan dengan jelas pesan dari lagu tersebut.  Ia membuat video simple, yang melibatkan orang-orang terdekatnya, antara lain adalah anak-anaknya sendiri. Kata Irma, If you have a dream... Run and climb, you have to chase it!
Single ‘it’s me’ ini, akan menjadi titik terawal, ia memulai lagi karir menyanyi profesionalnya. Ia menyiapkan album juga, tapi direncanakan baru akan dirilis ditahun 2017 mendatang. Memang ia tengah menjajaki sebuah peluang sangat bagus, untuk karir menyanyinya. Untuk itu,  Ia berniat untuk comeback dengan serius, menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya.
Peristiwa kembalinya seorang Irmajune ke blantika musik, mungkin saja akan mendapat momentum sangat bagus. Karena ia akan melakukan rekaman di negeri Paman Sam. Ceritanya, adalah seorang pemusik di sana, Robert Roder. Ia menyatakan kekagumannya setelah secara “tak sengaja” melihat Irma menyanyi, pada sebuah acara di sana. Acara gthering internal saja sih.

Roder lantas meminta Irma mengirimkan video Irma, sebagai contoh. Dari situ, ia pun kemudian diperkenalkan dengan Rheasmaine Emmerson. Nah orang ini adalahkeponakan dari Smokey Robinson, yang juga saudara sepupu dari Whitney Houston! Rheasmaine Emmerson lantas menjalin komunikasi intensif dengan Irma, menyiapkannya untuk menghasilkan sebuah album rekaman di sana.
Presiden Direktur perusahaan bernama Drinkard Robinson Music (DR Music), sebuah label rekaman di sana, Joycelyn Adams kemudian juga mengontaknya. Dimana saat itu, mulai ada penjajakan lebih serius mengenai rekaman di USA.
Irma mengatakan, ini mudah-mudahan menjadi pembuka untuk karir profesionalnya di Amerika Serikat. Hal mana, ia mengaku, adalah obsesi atawa mimpinya sejak lama banget. Ia pengen bisa berkiprah nyanyi dengan benar dan profesional, di USA.
Tahapan untuk penandatanganan kontrak, hampir final, hingga akhir tahun ini. Direncanakan Irma akan melepaskan single demi single dalam kurun waktu tertentu, sepanjang 2017 nanti. Di penghujung tahun, atau selambat-lambatnya awal 2018, ia akan melepas album rekaman di sana.

Irma mengatakan lagi, masih perlu dibawa dalam doa yang sungguh-sungguh, agar rencana tersebut dapat menjadi kenyataan. Dreams come true memang, serunya. Siapa yang tak excited, kalau memperoleh kesempatan bagus begitu, di Amerika pula, ia melanjutkan. Sekali lagi doainlah ya.... Kita bantu dalam doa terus kok, Irma!
Single ‘it’s me’ besar kemungkinan akan dirilis pula nantinya di sana. Namun sangat terbuka kemungkinan musiknya diolah lagi. Biar ”bahasa musik”nya sama dengan di sana. Menurut Irma, yang adalah penggemar fanatik sejak lama Whitney Houston ini, Roedyanto sudah menyatakan persetujuannya, kalau rekaman lagu itu dilakukan perekaman ulang dengan mengolah kembali sisi musiknya.









Oh ya, kembali soal rilis single-nya, Irma di akhir November dan pas 1 Desember sempat melakukan promosi untuk single tersebut. Antara lain, single tersebut diputarkan bareng oleh 3 radio yang berada dalam kelompok radio Ramako Group Jakarta. Yaitu, Kis FM 95,1 lalu Lite FM 105,8 dan Mustang FM 88.
Lalu ia melakukan tur seharian mengunjungi 4 radio di Bandung. Dimulai dari Rase FM 102,3, berlanjut dengan Sonora FM 93,3. Radio ketiga adalah, Radio B FM 95,6. Dan diakhiri kunjungan untuk live interview di Mara FM 106,7.
Aktifitas promosi kecil-kecilan secara terbatas itu, memang bertujuan untuk memperkenalkan lagi Irmajune ke khalayak penggemar musik. Hasilnya, ternyata terbilang positif. Antara lain, banyak yang menyimak obrolan di tiap radio di Bandung itu, ataupun mendengarkan lagunya di radio di Jakarta.
Perjalanan ke Bandung, untuk tujuan promosi terbatas tersebut, dilakukannya sambil berlibur. tentunya bersama suami dan anak-anaknya. Mereka menghabiskan 2 malam di kota kembang. Sementara jadwal wawancara langsung di ke 4 radio, dilakukannya dari siang hari hingga sore, selepas Maghrib.
Menariknya, tak sedikit pendengar radio-radio yang didatangi, masih ingat dengan Irmajune. Apalagi teman-teman radio di kota kembang itu, semuanya cukup familiar dengan suara dan lagu-lagu hitsnya yang di era 1990-an. Menurut mereka, tak heranlah masih banyak orang yang ingat, soalnya kerapkali lagu-lagu hitsnya Irma masih mereka mainkan di radionya masing-masing.
Selain promo melalui radio di Jakarta dan Bandung, Irma sempat bertemu beberapa teman wartawan media cetak dan online di Jakrta, dalam sebuah kesempatan gathering kecil. Irma mengaku senang melakukan promosi begitu, baik bertemu wartawan, maupun berkunjung ke radio-radio. Hal begituan kan, sudah lama betul ia tak lakukan lagi. Aku senang banget, bisa bertemu teman-teman wartawan dan ke radio-radio.




Oh ya, Irma sendiri sebenarnya peernah menjadi penyiar radio di jaman 1990-an. Ia menjadi penyiar di sebuah radio di Jakarta, selama 2 tahun. Ia suka dengan kegiatannya menjadi penyiar. Selepas itu, ia memang suka kangen juga untuk siaran lagi....
Di awal 2017 nanti, Irma akan melanjutkan lagi program promo terbatas singlenya itu, dengan live interview di beberapa radio di ibukota. Sebelum melakukan hal itu, pada beberapa hari mendatang, ia dan keluarga akan kembali pergi ke USA. Rencananya, ia akan menghabiskan Natal dan akhir tahun di sana.
Salah satunya, ya dia akan bertemu dengan pihak yang akan melakukan perekaman albumnya tersebut. Ia berharap, sudah akan mencapai tahap final nanti. Berarti siap untuk berpindah ke sana dong, kalau segala sesuatunya lancar dan rekaman jadi terlaksana? Irma mengatakan ia dan suami dan anak-anaknya sudah siap, karena selama ini ia sekeluarga sering sekali mondar-mandir ke sana,lantaran sebagian besar keluarganya, dan terutama keluarga suaminya, telah menetap di sana.
Irma menambahkan buru-buru, walau begitu bukan berarti ia tak akan kembali ke Indonesia sama sekali. Kemungkinan, ia tetap akan menyempatkan diri secara berkala untuk “pulang kampung” ke tanah kelahirannya. Ia pasti sering kangen dengan masakan khas Indonesia, ucapnya bercanda.
Well, Irmajune kepengen bisa menyanyi, untuk menghibur banyak orang. Sekaligus, ikut menebarkan enerji positif. Menghibur, tapi juga sekalian menyampaikan muatan lirik positif. Biar bagaimanapun, dunianya memang menyanyi. Dengan menyanyi, ia menjadi bergairah dalam hidupnya. Menjadi sehat selalu rasanya. Betul kan, Irma?
Irma tersenyum manis dan mengangguk setuju. Kalau orang terhibur dengar suaranya, ketika menyimak lagu yang dibawakannya, itu kebahagiaan yang tiada terkira nilainya. Itu ucapannya dengan nada yakin. Kalau bahagia, jadinya tak ada stres dan jauh deh dari penyakit, lanjutnya lagi. Setuju!
Ok,selamat datang lagi Irma.Sukses selalu! Good luck untuk karir nyanyinya di negeri orang.... And, GBU!
*/







Comments

Popular posts from this blog

Ngeheknya Elda dan Adi! Nonton mereka pertama kali

DENNY CHASMALA, Semua musik...Sikaaaatt!

DIDIT SAAD: Plastik Adalah Sisi Gelap Saya...